Popular Post

Tampilkan postingan dengan label NON KOM. Tampilkan semua postingan

kiat untuk menjadi selesman dan seles force

By : Unknown


 kiat untuk menjadi selesman dan seles force

Banyak orang yang menganggap remeh pekerjaan seorang salesman padahal tanpa seorang sales sebuah perusahaan tidak akan bisa memasarkan produk mereka dalam jumlah yang maksimal.
Sales bukanlah pekerjaan yang hina namun dengan adanya sales justru akan meningkatkan penjualan dalam perusahaan. Menjadi salesman yang sukses dituntut mampu menjual produk dengan target yang telah ditentukan namun banyak diantara mereka yang tidak mampu memasarkan produk sampai pada target yang ditentukan perusahaan.
Perusahaan tentu menginginkan penjualan produk yang maksimal dari sales mereka agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Untuk itulah perusahaan harus bisa memiliki salesman yang handal.
Jika anda menginginkan menjadi salesman yang sukses banyak hal yang harus anda lakukan untuk kesuksesan anda dan perusahaan. Salesman bisa diartikan sebagai seseorang yang berprofesi untuk memasarkan produk perusahaan kepada orang lain dengan pencapaian target tertentu dari perusahaannya.
Jika ingin menjadi salesman yang sukses bukan hanya pengetahuan yang diperlukan namun juga bagaimana seorang sales tersebut mampu melakukan komunikasi yang baik kepada banyak orang atau calon konsumennya.
Seorang salesman harus mampu meyakinkan pembelinya tentang produk yang dipasarkan dan juga mereka harus bisa mengarahkan calon konsumen untuk melakukan apa yang ditawarkan olehnya.
Berikut beberapa kiat menjadi salesman yang sukses:
• Product Knowledge
Seorang salesman dituntut untuk memiliki pengetahuan yang dalam terhadap produk yang akan mereka pasarkan kepada orang lain.
Produk knowledge ini sangat penting untuk mempengaruhi calon konsumen sehingga saat berpromosi seorang salesman mampu menjelaskan tentang kelebihan dari produk yang dipasarkan dan mampu menjawab pertanyaan calon konsumennya. Dengan menguasai produk knowledge ini seorang salesman mampu memberikan penjelasan dan menjawab semua pertanyaan calon konsumen sehingga mereka bisa merubah pola pikirnya.
• Pendekatan kepada calon konsumen
Jika ingin menjadi seorang salesman yang sukses maka pendekatan kepada calon konsumen perlu dilakukan sales tersebut. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan melihat beberapa karakteristik dari calon konsumen sebelum anda melakukan promosi produk. Selain itu pahamilah siapa konsumen anda dan apa yang mereka butuhkan.
Anda bisa melihat budaya, pendidikan dan juga sifat dari calon konsumen sehingga anda bisa menentukan cara promosi terbaik untuk produk tersebut.
Semakin anda bisa memahami karakteristik mereka semakin besar peluang anda untuk mempengaruhi mereka. Dalam hal ini anda tak cukup melakukan komunikasi satu kali saja namun dua atau tiga kali sehingga anda tahu apa yang mereka inginkan dan bagaimana anda harus mempengaruhi mereka agar mau membeli produk anda.
• Komunikasi persuasif yang tepat
Komunikasi bukanlah sekedar untuk mengutarakan kata-kata saja namun dengan komunikasi anda harus mampu menyampaikan pesan dengan tepat. Jika ingin menjadi salesman yang sukses, pahamilah bagaimana berkomunikasi persuasif yang baik pada calon komsumen anda.
Bahasa yang tepat dan intonasi saat berkata yang baik akan mempengaruhi keberhasilan promosi anda. Jika anda berbicara yang kasar dan dengan bahasa yang tidak tepat tentu calon konsumen tidak akan mau membeli produk anda bahkan mereka akan membenci produk anda.
• Mental yang kuat
Menjadi salesman itu kadang harus mendapatkan cacian dan penolakan dari calon konsumen sehingga seorang salesman harus memiliki mental yang kuat dan pantang menyerah.
Anggaplah penolakan adalah kegagalan yang tertunda dan anda bisa berusaha lebih baik lagi untuk memasarkan produk. Sikap mental yang kuat inilah yang bisa menjadikan anda menjadi salesman yang sukses.
- See more at: http://ahlipresentasi.com/kiat-untuk-menjadi-salesman-dan-sales-force-yang-sukses/#sthash.ZWIy1dKf.dpuf
 sumber :http://ahlipresentasi.com/kiat-untuk-menjadi-salesman-dan-sales-force-yang-sukses/
Tag : ,

Peran Frontliner dalam Service Excellence di Bank

By : Unknown
Peran Frontliner dalam Service Excellence di Bank
bank-bniSaat ini hampir semua bank memberikan Service Excellence terbaik kepada nasabahnya. Service Excellence di bank sangat penting untuk mendapatkan banyak nasabah dan juga meningkatkan pendapatan bank itu sendiri. Jika bank tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabah maka nasabah akan mencari bank lain yang bisa meberikan pelayanan terbaik pada mereka.
Tanpa Service Excellence di bank yang baik tentu saja nasabah malas untuk bertransaksi pada bank tersebut. Padahal jika dilihat, transaksi pada bank inilah yang menghasilkan profit pada bank tersebut. Jika nasabah malas melakukan transaksi pada bank maka bank juga tidak bisa meningkatkan pendapatannya. Padahal pendapatan ini sangat penting untuk perusahaan dan juga karyawannya.
Service Excellence di bank oleh frontliner merupakan pelayanan pada nasabah yang dilakukan oleh frontliner itu sendiri. Service Excellence ini adalah pelayanan terbaik atas semua permasalahan nasabah dan pemenuhan semua kebutuhan nasabah.Pelayanan ini bukan hanya mencakup penampilan seorang frontliner namun juga bagaimana mereka bisa bekerja dengan sebaik-baiknya.
Seorang frontliner dalam memberikan Service Excellence di bank harus dari dalam hati mereka tidak boleh karena terpaksa. Senyuman dan raut muka yang ceria tidak boleh dibuat-buat atau karena takut pada atasan. Saat nasabah datang, frontliner memberikan senyuman dan sapaan yang lembut serta menanyakan keperluan nasabah.
Seorang frontliner harus bisa memberikan Service Excellence di bank seperti profesionalisme dalam melakukan transaksi, pemecahan masalah nasabah, dan pemberian informasi penting bagi nasabah. Dalam ketanggapan transaksi, frontliner harus bisa dengan cepat dan tepat melayani setiap transaksi nasabah seperti transfer, pembukaan rekening baru, dan juga pengambilan uang atau tabungan nasabah.
Saat nasabah mengalami masalah atau complain terhadap produk bank, frontliner harus bisa memecahkan masalah nasabah dengan cepat dan tepat. Service Excellence di bank ini sangat penting agar nasabah mau menggunakan jasa transaksi bank. Setiap transaksi tentu menghasilkan profit pada bank.
Dengan Service Excellence di bank oleh frontliner ini tentu saja setiap saat harus ditingkatkan dan dikembangkan bukan hanya oleh frontliner tapi juga oleh karyawan lainnya. Begitu pentingnya Service Excellence di bank agar nasabah semakin banyak dan pendapatan perusahaan bisa meningkat.

Peran Frontliner dalam Service Excellence di Bank

bank-bniSaat ini hampir semua bank memberikan Service Excellence terbaik kepada nasabahnya. Service Excellence di bank sangat penting untuk mendapatkan banyak nasabah dan juga meningkatkan pendapatan bank itu sendiri. Jika bank tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabah maka nasabah akan mencari bank lain yang bisa meberikan pelayanan terbaik pada mereka.
Tanpa Service Excellence di bank yang baik tentu saja nasabah malas untuk bertransaksi pada bank tersebut. Padahal jika dilihat, transaksi pada bank inilah yang menghasilkan profit pada bank tersebut. Jika nasabah malas melakukan transaksi pada bank maka bank juga tidak bisa meningkatkan pendapatannya. Padahal pendapatan ini sangat penting untuk perusahaan dan juga karyawannya.
Service Excellence di bank oleh frontliner merupakan pelayanan pada nasabah yang dilakukan oleh frontliner itu sendiri. Service Excellence ini adalah pelayanan terbaik atas semua permasalahan nasabah dan pemenuhan semua kebutuhan nasabah.Pelayanan ini bukan hanya mencakup penampilan seorang frontliner namun juga bagaimana mereka bisa bekerja dengan sebaik-baiknya.
Seorang frontliner dalam memberikan Service Excellence di bank harus dari dalam hati mereka tidak boleh karena terpaksa. Senyuman dan raut muka yang ceria tidak boleh dibuat-buat atau karena takut pada atasan. Saat nasabah datang, frontliner memberikan senyuman dan sapaan yang lembut serta menanyakan keperluan nasabah.
Seorang frontliner harus bisa memberikan Service Excellence di bank seperti profesionalisme dalam melakukan transaksi, pemecahan masalah nasabah, dan pemberian informasi penting bagi nasabah. Dalam ketanggapan transaksi, frontliner harus bisa dengan cepat dan tepat melayani setiap transaksi nasabah seperti transfer, pembukaan rekening baru, dan juga pengambilan uang atau tabungan nasabah.
Saat nasabah mengalami masalah atau complain terhadap produk bank, frontliner harus bisa memecahkan masalah nasabah dengan cepat dan tepat. Service Excellence di bank ini sangat penting agar nasabah mau menggunakan jasa transaksi bank. Setiap transaksi tentu menghasilkan profit pada bank.
Dengan Service Excellence di bank oleh frontliner ini tentu saja setiap saat harus ditingkatkan dan dikembangkan bukan hanya oleh frontliner tapi juga oleh karyawan lainnya. Begitu pentingnya Service Excellence di bank agar nasabah semakin banyak dan pendapatan perusahaan bisa meningkat.
- See more at: http://gofaztrack.com/service-excellence/peran-frontliner-dalam-service-excellence-di-bank/#sthash.GH3mWLuI.dpuf
Tag : ,

antor Depan (Front Office Departement)

By : Unknown

antor Depan (Front Office Departement)

Front office berasal dari bahasa Inggris “ Front” yang artinya depan, dan “Office” berarti kantor. Jadi Front Office adalah Kantor Depan. Dalam konteks pengertian hotel, kantor depan merupakaan sebuah departemen dihotel yang letaknya dibagian depan. Tepatnya tidak begitu jauh dari pintu depan hotel atau lobby. Area ini merupakan tempat yang paling sibuk di hotel. Dengan lokasi dibagian depan maka Front Office termasuk departemen yang paling mudah dicari dan dilihat oleh tamu. (Bagyono, 2006:21)
Untuk menyebut Front Office, sebagian hotel menggunakan istilah yang lain yaitu guest service area (area pelayan tamu). Oleh karena itu kepala departemennya disebut Guest Service Manager. Sedangkan petugasnya disebut guest service agent. Sedangkan kata front liner adalah sebutan untuk petugas kantor depan yang langsung berhubungan dengan tamu (direct guest contact) seperti reception, cashier, guest relation officer, doorman dan bellboy.
(Bagyono, 2006 : 21)
Seperti dkatakan oleh Vallen (1985 : 24), dalam bukunya Check in – Check out, Principles of Effective Front Management, bahwa Front Office adalah:
It sis indeed the heart and the hub and the nerve center of guest activity (sesungguhnya Front Office adalah jantung, dan pusat dari segala macam kegiatan para tamu). (Endar Sugiarto, 2004 : 2)
Dalam operasi sehari-hari Front Office mempunyai macam-macam peran. Peran ini penting untuk memperlancar kegiatan hotel dalam menjalin kerjasama erat antar departemen. Untuk itu ada 8 (delapan) peran penting dari Front Office Department, yaitu:
1. Merupakan wakil dari manajemen ( Management Representative)
Dalam keadaan tertentu kantor depan hotel dapat berperan sebagai wakil dari manajemen untuk menghadapi atau menyelesaikan masalah tertentu yang biasanya hanya bisa diselesaikan oleh pihak manajemen.
2. Orang-orang yang mampu menjual (Sales Person)
Setiap orang yang berada dijajaran Kantor Depan diharuskan mampu dan memiliki salesmanship, karena karyawan kantor depan lebih bnayak berhubungan dengan tamu ataupun pengunjung jika dibandingkan dengan bagian lain.
3. Pemberi informasi (Information Giver)
Seluruh petugas Kantor Depan diharapkan mampu memberikan keterangan yang jelas dan benar tentang fasilitas dan produk hotel.
4. Penyimpan data ( Record Keeper)
Front Office Department merupakan sumber dan pusat penyimpanan data dalam kegiatan sehari-hari di hotel.
5. Dapat melakukan tindakan secara diplomatis (Diplomatic Agent)
Seorang petugas kantor depan diharapkan pada situasi dan kondisi tertentu mamapu melakukan tindakan secara diplomatis. Yaitu mampu menjaga dan menetralisir suasana hubungan baik dengan pihak lain yang berhubungan dengan hotel.
6. Pemecah Masalah ( Problem Solver)
Sebagai the hub of activities, kantor depan merupakan tempat untuk menyelesaikan masalah tamu, terutama keluhan-keluhan tamu.
7. Sebagai wakil dari hubungan masyarakat (Public Relations Agent)
Karyawan Kantor Depan juga harus dapat berperan secara aktif sebagai orang yang berhubungan dengan masyarakat, terutama masyarakat pengunjung yang datang ke hotel.
8. Sebagai coordinator kegiatan pelayanan (Service Coordinator)
Kantor depan hotel juga berperan sebagai tempat mengkoordinasikan pelayanan. Informasi dan kegiatan departemen lain dikomunikasikan melalaui kantor depan.
Sedangkan fungsi front office department dalam kegiatan sehari-hari meliputi hal hal sebagai berikut:
a) Menjual akomodasi hotel.
b) Menyambut dan mendaftar tamu yang akan check in.
c) Melayani pemesanan kamar
d) Memantau perkembangan situasi kamar (room status)
e) Menangani semua surat yang masuk kedalam dan keluar hotel
f) Melayani dan memberikan informasi serta permintaan- permintaan pelayanan lainnya.
g) Melakukan kerjasama yang baik dengan departemen lain untuk kelancaran operasional hotel. (Endar Sugiarto, 2004 : 2)
Tag : ,

Fungsi dan tugas manajemen keuangan

By : Unknown

Fungsi dan tugas manajemen keuangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Fungsi dan tugas manajemen keuangan adalah salah satu kepentingan di dalam manajemen yang merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan pemanfaatan sumber daya keuangan dalam kegiatan entitas secara efisien dan efektif, dalam kerjasama secara terpadu dengan fungsi-fungsi lainnya seperti riset dan penelitian, produksi, pemasaran dan sumberdaya manusia.

Tugas

Tugas fungsional manajemen keuangan adalah:
  1. Menetapkan struktur keuangan entitas. Yaitu menetapkan kebutuhan entitas akan dana untuk sekarang (modal kerja jangka pendek) dan masa depan (keperluan investasi jangka panjang) dan menetapkan sumber dana yang dapat menutup kebutuhan-kebutuhan itu secara sehat. Di dalam prinsipnya, kebutuhan dana jangka pendek dibiayai oleh sumber jangka pendek, dan kebutuhan dana jangka panjang dibiayai dari sumber jangka panjang.
  2. Mengalokasikan dana sedemikian rupa agar dapat memperoleh tingkat efisiensi atau profitabilitas yang optimal.
  3. Mengendalikan keuangan perusahaan dengan mengadakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah penyimpangan dan mengambil langkah perbaikan jika terjadi penyimpangan di dalam pelaksanaan usaha dan memengaruhi struktur keuangan dan alokasi dana.

Dukungan Akuntansi

Untuk dapat menjalankan fungsi dan tugasnya manajemen keuangan memerlukan dukungan akuntansi yang melakukan “pencatatan, penggolongan dan peringkasan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan petunjuk yang atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya” [1]

Bidang Kritis

Dari informasi internal yang berasal dari bagian akuntansi, mempelajari situasi umum dalam bidang industri/jasa entitas dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berdampak pada keuangan entitas, memerhatikan rencana strategis umum dan fungsional-operasional entitas, selanjutnya manajemen keuangan mengambil keputusan dalam rencana-rencana anggaran dan pelaksanaannya terutama yang menyangkut :
  • penerimaan dan pembayaran tunai (Manajemen Kas),
  • utang dan piutang (Manajemen Utang dan Piutang),
  • permodalan (Manajemen Modal Kerja) dan
  • investasi (Manajemen Investasi),
serta melakukan pengendalian atas semua itu.

Rambu-rambu

Keputusan-keputusan manajemen keuangan diharapkan selalu mendukung kelancaran operasi dan strategi manajemen agar efektif dan efisien, sekaligus menjaga kesehatan keuangan entitas, yang diukur dari aspek profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas.
Untuk BUMN suatu ketika ditetapkan ukuran keuangan yang sehat sekali adalah jika suatu entitas menunjukkan profitabilitas lebih dari 12%, likuiditas lebih dari 150% dan solvabilitas lebih dari 200%. Kategori sehat jika profitabilitas antara 8%-12%, likuditas antara 100%-150%, dan solvabilitas antara 150%-200%. Kategori kurang sehat jika profitabilitas 5%-8%, likuiditas antara 75%-100%, dan solvabilitas antara 100%-150%. Kategori tidak sehat jika profitabilitas kurang dari 5%, likuiditas kurang dari 75% dan solvabilitas kurang dari 100%. [2]
SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsi_dan_tugas_manajemen_keuangan
Tag : ,

ARTIKEL MANAGER

By : Unknown
ARTIKEL MANAGER – MANAGER YANG EFEKTIF ADALAH MANAGER YANG MAMPU MENDELEGASIKAN TUGAS DENGAN EFFEKTIF

MANAGER adalah seseorang yang mencapai suatu tujuan dengan bantuan orang lain. Yang artinya selain me-MOTIVASI teamnya, MANAGER juga mempunyai peranan untuk men-DELEGASI-kan sebuah pekerjaan atau tugas ke subordinate dengan baik dan efektif.
Beberapa alasan mengapa seorang MANAGER tidak mau men-DELEGASI-kan pekerjaannya:
1. Sifat manager yg perfeksionis :  tidak ada yang bisa mengerjakan seperti atau menyamai yang dia kerjakan.
2. Manager menikmati dan senang mengerjakan pekerjaan tersebut walaupun sebenarnya bisa dikerjakan oleh subordinate-nya. Bisa jadi saking mudahnya pekerjaan tersebut sehingga dia memilih untuk mengerjakan atau memprioritaskan pekerjaan tersebut dibanding pekerjaan yang lebih ’sulit’ lainnya.
3. Manager tidak tahu cara untuk men-DELEGASI-kan yang efektif sehingga ujung-ujungnya pekerjaan tersebut akan kembali dia yang kerjakan sendiri.
Sedangkan beberapa hal yang bisa di-DELEGASI-kan adalah:
1. Pekerjaan yang bisa Manager tersebut tangani dengan sangat mudah dan cepat. Karena sangat mudah dan cepat, seharusnya bisa dikerjakan oleh subordinate mereka pula. Tidak perlu orang sekualitas dan sekaliber mereka lagi yang mengerjakan.
2. Pekerjaan yang Manager sangat enjoy untuk kerjakan padahal bisa dikerjakan oleh subordinate mereka.
3. Pekerjaan yang rutin, clerical, dan teknis yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh subordinate dari si Manager. Bahkan karena sudah rutin dan teknis, sebenarnya bisa disistemisasi atau dibuatkan manualnya.
4. Pekerjaan yang tidak ada di job description subordinate dari si Manager tetapi dirasa kalau dia stretch sedikit (baca: berusaha lebih) dia mampu untuk melakukannya. Dan bukankah tugas seorang pemimpin untuk mengembangkan orang-orang yang dipimpinnya?
Seringkali di dalam pekerjaan kita sebagai seorang MANAGER, kita perlu mendelegasikan pekerjaan kepada subordinate yang mampu dan mau. Tetapi sering pula seorang Manager tidak melakukan tahapan untuk mendelegasikan pekerjaan yang efektif.
Saya ingin berbagi rahasia kepada anda yang akan menjamin kesuksesan di dalam mendelegasikan pekerjaan anda, sebagai seorang Manager. Anda siap? Ini rahasianya: jangan pernah bekerja seorang diri! Mungkin anda menyepelekan dan menganggap remeh, namun ini adalah rahasia untuk mendelegasikan dengan efektif. Kapanpun anda melakukan apa yang ingin anda delegasikan kepada orang lain, ajaklah orang tersebut bersama dengan anda.
Kebanyakan dari Manager ketika mengajari bawahannya menggunakan pendekatan ruang kelas, seperti ketika Socrates mengajari Plato dan Plato mengajari Aristoteles. Pemimpin berdiri dan berbicara, pengikut duduk dan mendengarkan.
Pendekatan yang lain yang dapat seorang Manager gunakan adalah pendekatan yang dibangun atas dasar hubungan dan pengalaman bersama atau yang dikenal dengan nama ”On the Job Training”. Pemahat jaman dulu mengajak orang yang sedang belajar untuk bekerja di sisi mereka hingga orang ini menguasai pahatannya dan mampu untuk mengajarkannya pada orang lain.
Tahapan yang dimaksud sehingga para MANAGER dapat mendelegasikan dengan efektif adalah:
1. I (MANAGER) DO U (SUBORDINATE) WATCH
Saya mengerjakan dan menunjukkan cara untuk melakukannya dan Kamu Mengamati. Selama proses saya menjelaskan apa yang saya lakukan dan alasannya.
2. I (MANAGER) DO U (SUBORDINATE) HELP
Saya mengerjakan dan Kamu mulai membantu. Karena tidak mungkin saya yang mengerjakan terus-menerus. Apa gunanya saya merekrut dan mempunyai kamu kalau saya terus yang mengerjakan?
3. U (SUBORDINATE) DO I (MANAGER) HELP
Kamu mengerjakan dan Saya membantu. Sesegera mungkin kita berganti peran. Saya memberikan ijin dan otoritas padamu untuk mengambil alih pekerjaan, namun saya masih tetap bersama untuk memberikan nasihat, koreksi, dan dukungan.
Tahap ini krusial karena seringkali sebagai seorang MANAGER kita melewatkan tahap ini dan berharap agar orang lain bisa melakukannya seperti yang kita lakukan hanya dengan melihat kita melakukan 1-2 x saja. How the hell he can do that?
4. U (SUBORDINATE) DO I (MANAGER) WATCH
Kamu mengerjakan dan Saya mengamati. Ketika kamu sudah menjadi seorang ahli, saya mundur dan membiarkanmu bekerja sendiri. Tetapi saya tetap mengamati dan mendukungmu.
Mungkin anda sebagai seorang Manager telah melakukan ini. Jika belum, cobahlah karena ini benar-benar bekerja. Anda tidak ingin untuk bekerja sendiri. Dan anda juga tidak ingin untuk mengajak siapa saja yang ada. Tujuan anda adalah untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang akan anda kembangkan, dalam hal ini orang-orang yang akan anda delegasikan tugas/pekerjaan anda.
Sebagai seorang  MANAGER atau pemimpin, siapakah yang akan Anda kembangkan atau MOTIVASI? Atau malah Anda masih berkutat untuk menyelesaikan semua pekerjaan sendirian? Apakah Anda telah meluangkan waktu untuk melatih dan mengembangkan mereka? Waktu yang Anda luangkan saat ini bisa membantu mereka untuk melakukan pekerjaan dengan lebih CEPAT dan EFEKTIF seterusnya!






















SUMBER :https://www.google.co.id/search?q=ARTIKEL+MANAGER&ie=utf-8&oe=utf-8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=fflb&gws
















Tag : ,

ARTIKEL SELES DAN PRINSIP DASAR PENJUALAN

By : Unknown

 ARTIKEL SELES DAN PRINSIP DASAR PENJUALAN
Sebagai seorang Sales kita harus memahami prinsip-prinsip dasar di dalam menjual produk / jasa / bahkan diri kita. Dengan memahami prinsip dasar menjual tersebut akan membantu anda untuk mempunyai MINDSET sebagai seorang SALES yang SUKSES serta meningkatkan MOTIVASI dan PRODUKTIVITAS anda.
Prinsip Dasar Menjual #1 – MENJUAL adalah sebuah PROSES.
Artinya anda harus melakukan PROSES-nya dengan tepat baru anda mendapatkan HASIL yang sesuai. Ibarat seorang petani menanam benih tomat maka mereka akan mendapatkan buah tomat, bukan jeruk, bukan manggis. Ketika menanam bibit tomat, seorang petani tentu saja melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghasilkan buah tomat yang segar dan ranum. Mereka tetap memberi pupuk, menyiram dengan rutin, dan mengusir hama / serangga / burung liar, barulah mereka mendapatkan buah tomat impian mereka.
Demikian juga sebagai orang Sales, untuk menutup penjualan (closing), tentu saja harus rutin menelpon pelanggan, mengunjungi mereka, melakukan presentasi, rutin menyebarkan brosur, rajin melakukan follow up, barulah akan memberikan hasil akhir berupa closing.
PROSES juga berarti anda bisa mengukur langkah demi langkah / tahapan demi tahapan apakah sudah tepat atau belum sehingga anda bisa memperbaikinya untuk meningkatkan hasilnya.
Masih memakai contoh petani, ketika hasil panenan ternyata tidak sesuai ekspektasi, mereka bisa menelaah kembali, misalnya mungkin bibit tomatnya kurang bagus, pupuk yang digunakan kurang tepat, mereka tidak menyiram dengan rutin, atau mungkin mereka tidak menjaga buah tomat mereka dengan seksama.
Sama juga sebagai orang Sales, menjual adalah sebuah PROSES. Mereka harus bisa menelaah kembali di tahapan mana mereka masih kurang atau mungkin cara pendekatan yang kurang tepat. Misalnya mungkin saya mencari segmentasi / profil calon pelanggan yang kurang sesuai atau saya mencari di tempat yang kurang tepat, mungkin cara saya menelpon dan membuat janji yang kurang pas, atau mungkin cara saya membangun hubungan (keakraban) yang kurang tepat / ekologi, atau mungkin saya kurang rutin dalam menelpon, melakukan kunjungan, menyebarkan brosur, dan memfollow up.
Dengan fokus di PROSES (tahapan-tahapan sebelum closing) maka kemungkinan besar akan memberikan anda HASIL sesuai dengan ekspektasi. Selama ini kebanyakan orang Sales hanya fokus di HASIL sehingga jelas saja seringkali tidak memberikan hasil sesuai harapan karena mereka melupakan bahwa salah satu prinsip dasar di dalam menjual adalah fokus pada PROSES-nya.
Dengan kata lain, NO RAPPORT NO SALE! Tidak ada keakraban maka tidak ada penjualan. Bagaimana bisa terjadi penjualan kalau tidak ada tahapan-tahapan untuk membangun keakraban? Dan tahapan-tahapan inilah yang menjadi FOKUS dari orang-orang Sales yang telah SUKSES.
SUMBER : http://puteralengkong.net/artikel-sales-prinsip-dasar-menjual
Tag : ,

ADMINISTRASI PERKANTORAN

By : Unknown
ADMINISTRASI PERKANTORAN
Manajemen Kantor.

Manajemen kantor adalah aktivitas mengelola dan membuat keputusan.
Batasan Manajemen Kantor.
1.Jasa
2.Jabatan
3.Gedung kantor
4.Ruang kerja.
5.Biro.
Manajemen kantor sering disebut pula “Administrasi kantor” adalah keseluruhan kegiatan penataan yang berhubungan dengan pelaksanaan tatausaha sebuah organisasi agar proses tersebut mampu menyediakan informasi yang bermakna bagi proses pembuatan keputusan.
Manajemen kantor dilihat dari segi manajemen merupakan kegiatan :
1.Merencanakan.
2.Mengorganisasikan.
3.Mengarahkan.
4.Mengendalikan.
5.Mengoordinasikan .
6.Mengawasi.
7.Menyempurnakan.
8.Menertipkan ketatausahaan.

Manajemen kantor dilihat dari sudut sasaran adalah segala kegiatan penataan yang ditujuhkan kepada segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan dalam system perkantoran untuk mencapai sasaran organisasi.
Aktivitas Kantor terbagi atas :
1.Kegiatan komunikasi.
2.Kegiatan kalkulasi.
3.Pengelolaan Warkat.
4.Penyusunan Laporan.
5.Kegiatan yang mengikuti prosedur rutin.

Di samping itu ada aktivitas tambahan yang juga dianggap penting yaitu :
1.Menulis.
2.Mengarsip.
3.Mencek.

Tujuan Kantor terdiri atas :
1.Penerima Informasi.
2.Pencatatan Informasi.
3.Penyusunan Informasi.
4.Pemberian Informasi.
5.Perawatan Aktiva.

Sifat dasar fungsi kantor adalah :
1.Merupakan Skunder terhadap tujuan pokok usaha (missal, produksi pabrik terjadi sebelum administrasi kantor)
2.Merupakan Komplementer terhadap tujuan pokok usaha (jadi tidak perlu pemabrikan, tidak pembelihan bahan)
3.Kantor merupakan aktivitas pengawasan.

Aspek Manajemen Kantor :
1.Tujuan.
2.Organisasi.
3.Metode.
4.Personalia.
5.Lingkungan.
6.Mesin dan perlengkapan kantor.

Harapan dari menejer kantor adalah :
1.Manajer kantor hendaknya menjadi pengorganisasi.
2.Manajer kantor hendaknya menjadi pemimpin dinamis.
3.Manajer kantor hendaknya mempunyai kemauan dan kemampuan untuk melimpahkan wewenang.
4.Dapat memperoleh dan melatih pekerja-pekerja kunci dan asisten-asisten.
5.Menyisihkan waktu untuk mengembangkan diri.
SUMBER ; http://sulastrianggi.blogspot.com/2012/05/artikel-administrasi-perkantoran.html
Tag : ,

Back Office dan Kepuasan Kerja

By : Unknown


Jam pulang kapan ya?
Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata “back office”? Apapun yang terlintas di benak anda, saya akan bahas sedikit mengenai back office ini. Back office, merupakan sebuah kategori pekerjaan di dalam perusahaan. Sesuai namanya, back office adalah kebalikan dari front office. Mereka-mereka yang berada di bawah kategori back office dalam kesehariannya mengerjakan hal-hal yang bersifat administratif (oh, betapa saya membenci kata ini), memberikan servis dan kemudahan-kemudahan bagi mereka yang bernaung dibawah kategori front office. Bingung? Ok, sederhananya back office adalah semua pekerjaan yang TIDAK memberikan revenue bagi perusahaan. HR, IT, Compliance, General Affair, you name it.
Note: mungkin tidak berlaku bagi level GM ke atas.

Percaya atau tidak, walaupun sebenarnya terlihat ecek-ecek, katanya back office ini memiliki peran yang sangat penting dalam perusahaan. Katanya juga, back office ini laksana AC, dimana jika berfungsi dengan baik tidak ada seorangpun yang menghargai. Barulah ketika rusak, semua berteriak berjamaah.

Masalahnya, saya pribadi saat ini belum melihat adanya penghargaan yang baik bagi kaum back office ini. Katanya penting, tapi faktanya memang posisi back office ini kurang dihargai. Load kerja tinggi, dituntut serba cepat dan sempurna, tapi benefit seadanya. Belum jatah cuti yang terus berkurang dan kadangkala harus hutang cuti. Utilisasi tinggi, penghargaan rendah. Err, mungkin harus sedikit dibedakan antara back office employee dan semut pekerja. We’re at company, not at colony.

Sebagaimana masalah klasik dalam dunia HR pada umumnya, persoalan back office ini akan bermuara ke kepuasan kerja, yang berhubungan dengan kinerja dan ujung-ujungnya turnover. Memang sih, ada banyak hal yang mempengaruhi kepuasan kerja, namun yang pasti akan paling mempengaruhi adalah skala prioritas hal tersebut.

Misalkan gini, saya turunan pertama dari juragan kaya raya yang hartanya cukup sampe turunan ke-13, kemudian bekerja di perusahaan yang membebani karyawannya dengan pekerjaan luar biasa padat dalam tempo sesingkat-singkatnya, dan bayarannya minim. Tapi di perusahaan itu ada fasilitas pijit, potong rambut + hair styler, sauna and spa, kolam renang, dan bahkan trek gokart. Semuanya GRATIS. Menurut anda, apakah saya puas kerja di sana? Tentu saja, toh saya hepi.

Bandingkan dengan kondisi dimana saya bekerja di perusahaan yang sama, namun saya adalah kepala keluarga berpenghasilan pas-pasan, memiliki keluarga dengan 3 anak dimana si sulung tahun ini masuk kuliah, dan si bungsu mulai masuk sekolah. Eh, istri tercinta pun sudah hamil lagi dan kontrakan habis tahun ini. Menurut anda, apakah saya puas kerja di sana? For goodness sake, I don’t need all that facility!! All I need is MONEY!

Jadi, apakah pekerjaan back office itu jelek? Tentu tidak, bahkan sangat mulia. Apakah saya cocok dengan pekerjaan back office? Jika anda adalah orang bertipe “to serve and sacrifice”, maka jawabannya adalah ya. Jika tidak? Hmm, lakukanlah pekerjaan back office dalam skala kecil sehingga akan terasa betul pentingnya atau be boss for your own. Start your own business.
SUMBER : http://firefeather-rebirth.blogspot.com/
Tag : ,

HAL PENTING DALAM CUSTOMER SERVICE

By : Unknown
HAL PENTING DALAM CUSTOMER SERVICE
PERUSAHAAN yang menyadari pentingnya customer service akan se­lalu melakukan perbaikan secara terus menerus, baik dari sisi kualitas produk maupun layanannya-agar mampu memberi­kan kepuasan optimal kepada pelanggan. Tu­juan akhirnya agar mereka tetap menjadi pe­langgan yang loyal dan bahkan dapat menjadi brand ambassador.
Ketika service excellence sudah menjadi bagian dari winning strategy sebuah perusa­haan, maka segenap upaya akan dilakukan
umpan balik.
Keempat, membuka akses untuk berhubungan. Pelanggan selalu ingin dapat berhubungan secara langsung dengan perusahaan Anda. Untuk itu rancanglah interface yang sederhana dalam setiap media komunikasi ber­basis web yang akan diakses oleh pelanggan. Hindari kerumitan agar pelanggan tidak mendapatkan ke­sulitan ketika akan berkomunikasi dengan perusahaan Anda secara on­line.
Kelima, memanfaatkan multi chan­nel. Sebagai pemilik bisnis, Anda har­us mampu menciptakan komunikasi yang lebih mudah dengan mengguna­kan banyak channel. Setiap channel punya cara pendekatan yang berbeda dan tidak selalu cocok untuk semua pelanggan. Selain itu, tiap chan­nel juga memiliki keterbatasan dan kelebihan masing-masing. Untuk itu­lah pemilihan beberapa channel sangat disarankan agar dapat dipakai oleh pe­langgan sesuai dengan kenyamanan­nya. Semua channel harus saling me­lengkapi sehingga dapat menjadi media komunikasi yang efektif dan efisien.
Dalam tulisan ini saya hanya mengungkapkan 5 hal penting yang harus selalu Anda perhatikan dalam layanan pelanggan. Tentu­nya masih banyak trend lain yang tidak bisa saya tulis secara lengkap dalam artikel ini. Melalui tulisan ini, saya berharap Anda dapat se­makin fokus dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada se­mua pelanggan. (*)

 ===================================================================================
REWARD PROGRAM & CUSTOMER LOYALTY
JIKA saat ini perusahaan Anda telah memiliki jumlah loyal customer yang banyak, Anda perlu  merasa tenang karena ini berarti bisnis akan berjalan dengan baik karena banyak customer yang akan membeli produk atau menggunakan jasa secara rutin.
Banyaknya loyal customer yang Anda miliki, menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola harapan customer sehingga akhirnya mereka merasa dekat, cocok dan nyaman.
Namun Anda jangan terbuai dengan keadaan ini karena, ini bukan berarti bahwa customer tersebut tidak akan berpaling dari perusahaan Anda. Suatu saat bisa saja mereka memutuskan untuk pindah ke kompetitor yang menawarkan ‘value’ yang lebih baik.
Untuk itu diperlukan usaha yang lebih baik lagi agar customer tidak berpaling dan tetap menjadi aset yang berharga untuk Anda. Selain dengan pelayanan yang sangat baik,  ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan customer loyalty. Salah satunya adalah dengan mengadakan reward programm (program pemberian penghargaan) bagi loyal customer.
Namun pengalaman menunjukkan bahwa tidak semua reward program berakhir dengan kesuksesan. Banyak perusahaan tetap saja kehilangan loyal customernya walaupun telah mengeluarkan dana yang besar untuk program ini.
Apa penyebabnya? Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan perusahaan dalam menjalankan Reward Program untuk loyal customer, antara lain:
Pertama, salah sasaran. Salah dalam menentukan kriteria ‘loyal customer’ merupakan kesalahan yang paling fatal. Hal ini biasanya disebabkan karena catatan kunjungan ataupun pembelian yang tidak rapi. Jika ini terjadi maka yang terjadi adalah salah sasaran dalam memberikan reward.
Banyak kejadian, customer yang baru bertransaksi 1 kali  mendapat tawaran reward program sedangkan customer yang telah banyak berkontribusi justru tidak mendapatkan reward. Hal ini akan membuat loyal customer menjadi kecewa.
Kedua, komunikasi tidak jelas. Banyak perusahaan membuat komunikasi yang tidak jelas sehubungan dengan reward program-nya. Ini membuat customer bingung dan tidak menimbulkan minat mereka untuk mengetahui informasi lebih lanjut.
Ketiga, bentuk reward tidak disukai. Pemilihan reward yang tidak sesuai dengan kebutuhan customer akan membuat reward program kurang memiliki makna dan customer akan merasa kurang dihargai. Penyebabnya adalah informasi tentang customer yang tidak lengkap sehingga perusahaan tidak mengenal siapa mereka dan bagaimana gaya hidupnya.
Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa reward program akan menjadi program yang tepat dan sangat bermanfaat untuk membantu meningkatkan customer loyalty, apabila ‘tetap sasaran, dikomunikasikan dengan jelas, dan reward yang ditawarkan menarik.’ Itu semua dapat dijalankan apabila perusahaan memiliki customer database yang lengkap dan update. (*)
========================================================================================
STANDARISASI SERVICE DI BISNIS KULINER
Wilayah Indonesia yang demikian luas dan penduduknya yang sangat padat membuat bisnis kuliner banyak dilirik oleh para pebisnis karena potensinya yang sangat luar biasa.
Bisnis kuliner boleh dikatakan seperti magnet yang memiliki daya tarik yang kuat bagi pelaku bisnis karena selalu menjanjikan keuntungan yang besar jika dikelola secara serius.
Berbicara tentang kunci sukses dalam bisnis kuliner, ada 2 (dua) hal yang harus diperhatikan oleh semua pelaku bisnis, yaitu ‘brand yang unik dan selalu berinovasi’ serta ‘standarisasi ser-vice’. Tanpa kedua hal tersebut maka bisnis kuliner tidak akan pernah bisa berkembang secara optimal.
Agar calon customer terdorong untuk datang dan mau mencoba makanan yang Anda jual, maka sebuah brand harus terlihat ‘menarik’. Beberapa faktor yang bisa membuat sebuah brand kuliner menjadi menarik antara lain: interior yang unik, jenis makanan yang bikin penasaran, cara menyajikan makanan yang khas, dan masih banyak hal lainnya yang bisa dikembangkan menjadi sebuah keunikan.
Selain unik, sebuah brand kuliner juga harus selalu berinovasi – baik dari sisi jenis makanan maupun cara penyajian.
Standarisasi Service
Banyak hal yang harus distandarisasi agar bisnis kuliner bisa berkembang cepat dan memberikan hasil yang baik bagi pebisnis. Beberapa standard yang harus diperhatikan, antara lain: kualitas pelayanan, kebersihan, penampilan petugas, cara berkomunikasi kepada customer, kulitas dan rasa, dan aspek-aspek pendukung lain seperti suasana, musik dan masih banyak hal lainnya.
Berbicara tentang Standard Operating Procedures (SOP), tujuan akhirnya adalah demi kepuasan customer. Tanpa standarisasi maka pebisnis tidak akan pernah bisa memberikan pelayanan terbaik dan yang berkualitas kepada semua customer. Selain itu yang paling penting adalah jika telah memiliki SOP maka hal itu harus disosialisasikan dengan baik kepada semua karyawan.
Pesan saya bagi para pebisnis, segeralah membuat SOP yang baik dan benar agar bisnis Anda bisa berjalan lebih baik dan mampu memberikan kepuasan kepada customer. Dengan demikian bisnis kuliner yang Anda kelola akan mampu berkompetisi di tengah persaingan yang semakin ketat. (*)
========================================================================================
MANAGING SERVICE EXCELLENCE
SEMUA pebisnis tentunya ingin agar bisnis yang dimilikinya mampu berkompetisi dan tetap eksis dalam jangka waktu yang panjang. Tapi dalam kenyataannya tidak semua pebisnis mampu untuk mempertahankan bisnisnya karena salah mengelola dan tidak care dengan customer-nya.
Seperti telah saya tulis pada artikel-artikel sebelumnya bahwa Service Excellence adalah salah satu kunci sukses untuk mengembangkan bisnis Anda. Jadi, mau tidak mau Anda harus selalu konsisten dalam me-manage Service Excellence agar mampu memuaskan semua customer. Karena dari setiap customer yang puas itulah, Anda telah meletakkan dasar yang kuat untuk bisnis.
Ada Lima hal yang bisa dilakukan adalah untuk menggapai kesuksesan tersebut yakni:
Pertama, memberikan contoh secara langsung. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus bisa memberikan contoh yang baik dalam hal pelayanan. Secara rutin dalam jangka waktu tertentu, Anda harus terjun secara langsung untuk melayani customer.
Kedua, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Lingkungan kerja yang kondusif merupakan faktor pendukung utama agar setiap karyawan bisa memberikan pelayanan yang baik kepada semua customer. Ciptakan suasana kerja yang nyaman dan selalu menekankan akan arti pentingnya sebuah teamwork.
Hanya dengan teamwork yang baik saja maka konflik antar karyawan dapat dihindari. Tanpa konflik maka pelayanan kepada customer akan berjalan dengan baik.
Ketiga, memastikan karyawan tahu aturan main. Anda harus memastikan bahwa semua karyawan mengetahui tentang semua standard pelayanan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Dari pengamatan yang saya lakukan diberbagai perusahaan, banyak karyawan yang ternyata tidak melakukan pekerjaannya secara baik karena ketidaktahuannya. Setiap kebijakan yang Anda ambil, harus disosialisasikan dengan jelas untuk menghindari salah persepsi dari karyawan – yang bisa berujung pada ketidakpuasan customer.
Keempat, memperlakukan karyawan sebagai customer. Semua karyawan pasti ingin diperlakukan secara baik oleh perusahaan. Anda sebagai pemilik perusahaan harus selalu menganggap bahwa karyawan juga merupakan ’internal customer’ – sehingga Anda akan selalu menghargai karyawan dan berusaha berbuat yang terbaik untuk mereka. Berikan juga reward kepada karyawan yang telah bekerja dengan baik. Jika ini terjadi maka karyawan Anda secara otomatis juga akan memberikan pelayanan terbaik kepada customer.
Kelima, memastikan alat berjalan dengan baik. Agar sistem pelayanan yang Anda rancang dapat berjalan dengan baik, maka semua karyawan harus memastikan bahwa semua alat pendukung kerja berfungsi dengan baik, misalnya: komputer, software, dan lain-lain. Jangan sampai pelayanan kepada customer terganggu oleh hal-hal yang mestinya bisa dihindari. Lakukan pengecekan secara rutin dan lakukan persiapkan kerja dengan lebih baik lagi. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda. (*)
============================================================================
CUSTOMER SERVICE TRENDS
Dalam dunia customer service, mengelola harapan customer adalah hal utama yang harus bisa dilakukan agar customer puas dan tetap mau bersama dengan perusahaan Anda dalam jangka waktu yang lebih lama.
Untuk itu Anda harus benar-benar paham akan arti penting service excellence dan aplikasinya dalam mengelola customer di perusahaan Anda.
Dalam artikel kali ini saya akan berbagi tentang trend terbaru dalam dunia customer service yang menjadi harapan semua customer.
Pertama; pelayanan 24/7. Customer selalu berharap untuk bisa dilayani selama 24 jam per-hari dalam 1 minggu. Artinya customer ingin dilayani dengan lebih cepat tanpa terhalang waktu libur. Customer menghendaki agar semua masalahnya selesai pada hari yang sama sehingga membuat mereka tenang.
Kedua; data customer merupakan aset penting. Saya yakin jika saat ini perusahaan Anda telah memiliki database yang mencatat semua data customer dengan baik. Tetapi ada satu hal yang mungkin Anda belum terlalu serius melakukannya, yaitu melacak data suspect/ prospect customer yang mengunjungi website Anda, mulai dari komunitasnya hingga dimana mereka berkumpul di dunia maya (internet).
Ketiga; pentingnya membangun komunitas. Anda harus mampu membangun komunitas customer pengguna produk/jasa. Komunitas customer akan membuka kesempatan bagi Anda untuk bisa berinteraksi langsung ke customer dan sekaligus memberikan edukasi yang benar seputar produk/ jasa serta bisa membuka jalan bagi customer untuk bisa saling berinteraksi atau sharing pengalaman satu sama lain. Dari komunitas ini Anda akan mendapatkan input yang sangat luar biasa dan akan sangat berguna untuk pengambilan keputusan.
Keempat; manfaatkan sosial media untuk berinteraksi dengan customer. Seiring dengan banyaknya customer yang menggunakan internet, mendorong sosial media berkembang lebih cepat dan sangat membantu Anda untuk bisa berinteraksi secara lebih cepat kepada semua customer atau calon customer. Selain murah, sosial media seperti Facebook dan Twitter akan mampu mempercepat transfer informasi yang ingin Anda berikan kepada customer/ calon customer.
Kelima: “Personalized Service”. Hampir semua customer menghendaki untuk mendapatkan layanan yang personal. Anda dapat memulainya dengan hal-hal sederhana, seperti menyebut nama customer ketika mereka berkunjung atau ketika mengirimkan surat/ email. Jangan hanya menyebut Bapak/Ibu dan tanpa mencantumkan nama, karena akan terkesan Anda kurang mengenal mereka.
Keenam; tepati janji Anda kepada customer. Semua customer pasti akan complain ika Anda tidak menepati janji. Dan ini justru akan membuat mereka tidak nyaman atau bahkan marah. Untuk itu, jangan pernah memberikan janji yang berlebihan kepada customer. Misalnya jika tim delivery Anda hanya mampu melakukan pengiriman barang paling cepat 2×24 jam, maka jangan katakan bahwa Anda akan mengirimkan barang dalam waktu 1 hari.
Ketujuh; jalankan Standar dan selalu konsisten. Dalam memberikan service kepada customer, perusahaan Anda harus selalu menggunakan standar yang sudah dibakukan sehingga siapa saja yang melayani customer memiliki standard service yang sama dan mampu memberikan kepuasan kepada customer. Selain itu, konsistensi dalam memberikan service harus selalu dijaga agar customer dapat merasakan bahwa perusahaan Anda profesional dan service oriented.
Kedelapan; “service excellence”. Semua customer pasti ingin dilayani dengan baik. Jika perusahaan Anda mampu melakukannya, maka setiap customer secara otomatis akan menceritakannya pengalamannya kepada orang lain di sekitarnya. Ini berarti customer yang puas tadi akan menjadi pewarta kabar baik (free marketer) untuk perusahaan Anda. (*)
Tag : ,

cantik

cantik

- Copyright © INTERNET DCC - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -