Popular Post

Tampilkan postingan dengan label KOMUNIKASI. Tampilkan semua postingan

komunikasi antar organisasi

By : Unknown



KOMUNIKASI dalam ORGANISASI

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik. 
sumber : http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Inovasi&artikel=inv2
Tag : ,

Teknik Komunikasi Yang Paling Efektif

By : Unknown

Teknik Komunikasi Yang Paling Efektif

komunikasi
Menurut berbagai survei, sekitar 85% persen dari kesuksesan dalam hidup berkaitan secara langsung dengan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan membina hubungan.
Hal itu menandakan bahwa tidak peduli seberapa ambisius seseorang atau berapa banyak mereka mengatasi ketakutan mereka atau seberapa tinggi tingkat pendidikan, mereka masih memiliki kemungkinan yang rendah untuk melangkah lebih jauh dalam hidup mereka tanpa kemampuan komunikasi yang efektif yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang-orang.
Dan ketika saya mengatakan berhubungan dengan orang-orang, hal ini tentu saja bukan orang-orang yang secara natural memiliki kemiripan karakter dengan anda, karena berhubungan dengan orang-orang tersebut tidak membutuhkan banyak usaha atau kemampuan dalam berkomunikasi.
Saya mengacu pada orang-orang yang anda sukai namun anda seringkali menemukan kesulitan untuk membina hubungan dengan mereka karena anda tidak yakin apa yang akan anda katakan atau lakukan.
Dibutuhkan keterampilan untuk memperluas hubungan dari lingkaran kecil orang-orang dimana anda berada saat ini menuju lingkaran besar orang-orang yang akan anda temui. Keterampilan semacam ini yang menjamin akan melontarkan keberhasilan Anda dalam kehidupan.

Mengembangkan kemampuan komunikasi Anda

Bila anda mencoba untuk terhubung dengan lingkaran orang-orang yang lebih besar, anda perlu menanyakan 5 pertanyaan ini pada diri anda sendiri :
- Apakah anda menemukan kesamaan antara anda berdua?
- Apakah anda membuat mereka merasa nyaman?
- Apakah anda membuat mereka merasa dimengerti?
- Apakah hubungan anda dengan jelas didefinisikan?
- Apakah mereka merasakan emosi yang positif akibat berinteraksi dengan Anda?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anda harus mempertimbangkan penjelasan dibawah ini ……

14 Kemampuan Komunikasi Yang Efektif

1. Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka – Beri mereka kesan bahwa anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada orang lain di muka bumi ini. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.
2. Ajukan pertanyaan tentang minat mereka – Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.
3. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka – Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.
4. Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa – Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.
5. Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan – Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.
6. Beri mereka kontak mata yang lama – kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.
7. Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin – Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri seterbuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri anda seiring berjalannya waktu.
8. Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama – Gunakan kata-kata seperti “kami, kita ” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.
9. Berikan mereka senyuman terbaik anda – Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.
10. Menawarkan saran yang bermanfaat – Kenalkan tempat makan yang pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apa pun yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
11. Beri mereka motivasi – Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik . Jika anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.
12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain – Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.
13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka – nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda mengatakannya. Hal ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.
14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju – Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.

Menjadi Seorang Komunikator yang Terampil

Jika anda dapat mengembangkan beberapa saja dari teknik ini, anda secara dramatis akan meningkatkan kemampuan anda untuk berhubungan dengan orang dari semua lapisan dalam hidup anda. Luangkan waktu untuk mengamati orang yang paling sosial dalam kehidupan anda dan anda akan melihat banyak dari metode-metode diatas yang diaplikasikan. Mereka tidak melakukan dengan cara yang kaku, mereka melakukannya secara alami dan dengan cara yang cocok dengan situasi saat itu.
Untuk hasil terbaik, santai saja dan biarkan teknik ini mengalir dari dalam diri anda secara alami. Pilih teknik-teknik yang paling cocok dengan kepribadian anda dan apa tujuan anda ketika berinteraksi dengan orang. Belajarlah untuk bisa merasakan teknik mana yang cocok ataupun tidak cocok dengan berbagai macam karakter orang dan situasi sesuai dengan kepridadian anda.
Ketika anda berhasil mengembangkan kemampuan anda berkomunikasi dengan orang-orang, maka akan membawa anda pada banyak sekali peluang baru yang tidak tersedia untuk anda sebelumnya. Itulah kekuatan dari keterampilan komunikasi yang efektif.
sumber :http://www.akuinginsukses.com/14-teknik-komunikasi-yang-paling-efektif/
Tag : ,

Komunikasi visual

By : Unknown
 Komunikasi visual

Komunikasi visual (komunikasi melalui penglihatan) adalah sebuah rangkaian proses penyampaian infromasi atau pesan kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual menkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya.
Komunikasi visual di kelas menugaskan siswa siswa untuk melukiskan sebuah kalimat atau 2 buah potongan kalimat ke dalam sebuah kertas yang dibagi 4. Di dalam acara serial TV, Win, Lose, or Draw bintang tamu diajak beradu dengan peserta dengan panduan host untuk memecahkan kalimat ke dalam gambar. Bila gambar tadi bisa ditebak, maka semakin baiklah komunikasi visualnya.
Rambu lalu lintas dan ikon ikon di dalam program komputer adalah bentuk komunikasi visual sederhana , seperti juga ikon di dalam keyboard portable sound. Di jalan pun seperti zebra cross dan ikon sepeda motor terjadi hubungan komunikasi secara visual seperti logo logo perusahaan dan tanda di kebun raya dan kebun binatang .
Pada perayaan pernikahan raja dan pangeran Inggris, seperti juga pada seragam pasukan keraton, banyak elemen simbol yang bisa dianalisis dengan pengetahuan terlebih dahulu sebagai bentuk komunikasi visual: simbol parachute troopers di dada pangeran William, dan simbol mahkota ( crown ) di kereta kuda dan mobil yang mengantarkan . Ada simbol Ngayogyakarto Hadiningrat dan simbol Garuda sebagai kode komunikasi visual untuk level pemerintahan atau anggota keraton. Pada zaman modern kode dan simbol itu distilasi dengan berbagai gaya dan kemampuan masyarakat untuk membangun kebudayaan baru dan kultur yang canggih, sehingga muncul stiker untuk perumahan dan universitas, lencana sebuah sekolah musik, atau sekolah prajurit khusus remaja dan lencana untuk sebuah band dengan banyak fans.

Referensi

  • David Sless (1981). Learning and visual communication. p.187
  • Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of visual communication: theory, methods, and media. p.123. ISBN 978-0-8058-4178-7
  • Jorge Frascara (2004). Communication design: principles, methods, and practice. p.68
  • Jamieson, G. H. Visual Communication: More Than Meets the Eye. Bristol: Intellect Books, 2007. ISBN 978-1-84150-141-3. p.16.
  • Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of visual communication: theory, methods, and media. Routledge. p. 12. ISBN 978-0-8058-4178-7
  • Paul Martin Lester. Visual Communication: Images with Messages. Belmont, CA: Thomson Wadsworth, 2006. ISBN 978-0-534-63720-0
  • "Presenting Effective Presentations with Visual Aids". U.S. Department of Labor.
  • Rothwell, J. Dan (2010). In the company of others : an introduction to communication (3rd ed.). New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-533630-6.
  • Kumu, Ka. "Using Visual Aids Effectively". University of Hawai'i Maui Community College Speech Department.
Tag : ,

soft skill

By : Unknown

Sukses Dengan Soft Skills

Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Sejak Kuliah?
Sigit Hermawan
Dosen Fakultas Ekonomi UMSIDA
Alkisah dua orang dipertemukan kembali di situs pertemanan (Facebook) setelah lebih 15 tahun tidak bertemu. Si A yang ketika kuliah punya nilai bagus sekarang nampak biasa-biasa saja, tetapi si B yang ketika kuliah nilainya biasa-biasa saja tetapi sekarang lebih sukses dari si A. Memang sering dijumpai hal yang seperti ini di masyarakat. Sering kali pula ketika reuni banyak kejutan-kejutan yang tak terduga terhadap teman kita, yang dulunya biasa-biasa saja tetapi sekarang sukses, demikian pula sebaliknya, mengapa demikian? Selain atas berkat rahmat-NYA, juga karena di kehidupan masyarakat tidak cukup dengan hard skills tetapi juga harus dipadukan dengan soft skills.
Hasil survey National Association Colleges and Employers (NACE) USA menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Komulatif (IPK) berada di urutan ke 17 dari sekian faktor yang membuat seorang sarjana menjadi sukses. Lalu apa urutan pertama dan seterusnya? Urutan pertama sampai lima adalah kemampuan berkomunikasi, kejujuran, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, dan etos kerja yang baik. Selebihnya yakni memiliki motivasi, mampu beradaptasi, kemampuan berorganisasi, kemampuan memimpin, percaya diri, ramah, sopan, sampai humorispun menjadi kunci sukses seorang sarjana. Jadi kemampuan hard skills yang ditunjukkan dengan IPK yang bagus belum cukup untuk membuat seseorang sukses, harus ditunjang dengan soft skills.
Apa beda hard skills dengan soft skill? Hard skills adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sementara itu, soft skills adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal. Lalu mengapa orang yang memiliki soft skills yang bagus lebih sukses ? Jawabannya karena dunia kerja menginginkan orang yang tangguh, punya motivasi, pandai berkomunikasi, dapat bekerjasama, mampu memimpin, punya percaya diri, dan kemampuan soft skills lainnya.
Menurut Patrick O?brein yang dikutip oleh Putra dan Pratiwi (2005), membagi soft skills yang penting ke dalam 7 area yang dinamakan Winning Characteristics, yakni Communication Skills, Organizational Skills, Leadership, Logic, Effort, Group Skills, Ethics. Atau kalau di akronimkan menjadi COLLEGE. Kemampuan-kemampuan inilah yang harus dimiliki oleh seorang lulusan perguruan tinggi untuk sukses. Maka semenjak mahasiswapun dapat dipersiapkan kemampuan-kemampuan yang seperti ini. Tidak hanya diperoleh dari perkuliahan saja tetapi juga dapat diasah melalui keterlibatan aktif di organisasi-organisasi kemahasiswaan.
Communication skills adalah kemampuan untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Kemampuan ini selain dapat diperoleh melalui perkuliahan juga dapat diasah melalui organisasi. Perkuliahan dengan metode diskusi adalah sarana yang tepat untuk meningkatkan kemampuan lisan. Sedangkan tugas dalam bentuk makalah atau paper adalah sarana yang tepat untuk mengaplikasikan kemampuan menulis. Selain itu dengan mengikuti english club, atau menjadi wartawan koran kampus juga dapat mengasah aplikasi communication skills ini.
Organizational skills adalah kemampuan mengorganisasikan. Kemampuan ini lebih banyak diasah dari keikutsertaan di dalam organisasi walaupun di perkuliahan juga dapat pula diperoleh kemampuan-kemampuan mengorganisasikan ini. Tetapi dengan mengikuti organisasi maka seseorang biasanya akan diserahi tanggung jawab untuk menjadi ketua panitia sebuah kegiatan, maka hal ini akan mengasah kemampuan untuk mengorganisasikan suatu kepanitiaan.
Leadership adalah kemampuan memimpin. Selain dapat diperoleh di kelas dengan menjadi pengurus kelas, leadership ini lebih banyak diasah dengan mengikuti organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Kemampuan memimpin ini nantinya di dunia kerja akan menjadi penting karena seseorang harus dapat memimpin dirinya sendiri untuk dapat bekerja dengan baik dan juga memimpin kelompok kerja di suatu organisasi atau perusahaan.
Logic adalah kemampuan untuk berpikir logis terhadap suatu permasalahan. Kemampuan ini tentunya dapat diperoleh melalui matakuliah-matakuliah yang mengandalkan penalaran. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan logis dan terintegrasi. Masalah yang ada di dunia kerja tidaklah sama dengan masalah-masalah yang ada ada di UTS atau UAS, tetapi lebih kepada masalah aktual yang ada di area kerja suatu instansi atau perusahaan. Logic ini memerlukan suatu sikap bijaksana dalam memecahkan masalah. Keseimbangan antara kerugian dan kemanfaatan dari suatu pemecahan masalah.
Effort adalah suatu usaha yang pantang menyerah. Kemampuan ini dalam dunia kerja sangat dibutuhkan. Maka sering dijumpai di iklan lowongan kerja yang mensyaratkan ?dapat bekerja dalam tekanan? sebagai syarat utama untuk dapat diterima di perusahaan yang bersangkutan. Di perkuliahan sering dijumpai dosen yang memberikan tugas yang sangat banyak dan harus dikumpulkan pada esok harinya. Ini juga sebagai latihan untuk dapat bekerja dalam tekanan. Di dunia kerjapun sangat jamak dan sering seseorang karyawan mengalami tekanan yang teramat sangat. Dikejar-kejar deadline dan target yang semakin meningkat adalah suatu hal yang lumrah dan biasa, yang kadang membuat seseorang menjadi stress dan dalam tekanan yang berat. Maka diperlukan jiwa yang matang dan tingkat kestabilan emosi yang baik.
Group Skills adalah kemampuan untuk bekerja dalam kelompok. Ini penting karena semua pekerjaan akan selalu berhubungan dengan orang lain. Bagaimanapun pintarnya seorang karyawan kalau tidak dapat bekerjasama dalam tim maka tidaklah bermanfaat banyak. Maka sering disebutkan di iklan lowongan kerja, ?dapat bekerja dalam kelompok? adalah syarat utama untuk dapat menjadi karyawan di suatu perusahaan atau instansi. Ketika kuliah, kemampuan ini juga dapat diasah ketika bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas. Kemampuan ini akan lebih terasah apabila aktif dalam suatu organisasi, yang mengharuskan bekerja
dalam sebuah tim.
Ethics adalah kemampuan untuk belajar membedakan benar atau salah, lalu melakukan apa yang benar. Ethics atau etika dalam bekerja ini penting karena menurut sebuah penelitian 87% orang yang kehilangan pekerjaan atau macet karirnya karena tidak memiliki etika kerja yang baik. Di dalam dunia usahapun, orang akan enggan atau tidak mau untuk berbisnis dengan penipu atau orang yang kabarnya adalah penipu. Di perkuliahan, etika ini ada yang secara tersendiri menjadi matakuliah yakni etika bisnis, tetapi ada juga yang include atau masuk dalam berbagai macam matakuliah yang lain seperti Al Islam. Tetapi secara keseluruhan bahwa perkuliahan yang ada pada prinsipnya juga mengajarkan etika yang baik, misalnya menghargai pendapat orang lain, disiplin dan lain-lain.
Memang tak dapat dipungkiri bahwa sukses dipengaruhi oleh banyak faktor. Baik hard skills maupun soft skills. Hard skills yang ditunjukkan dengan IPK yang bagus akan menjadi pembuka jalan karena biasanya persyaratan yang ada di perusahaan seperti itu. Tetapi untuk selanjutnya ketika bekerja maka kemampuan soft skills-nya yang akan berjalan dan menuntun seseorang untuk menuju kesuksesan.
sumber : http://sttbandung.ac.id/artikel/sukses-soft-skills/
Tag : ,

Komunikasi Pribadi

By : Unknown

Komunikasi Pribadi

Komunikasi pribadi atau (personal communication) adalah kumunikasi seputar diri sesorang. Baik itu sebagai komunikator atau sebagai komunikan. Dalam tatanan komunikasi ini terdiri dari dua jenis yang terdiri dari, yaitu komunikasi intrapribadi dan komunikasi antar pribadi.
1. komunikasi intrapribadi (personal comunication)
yaitu komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Dia berbicara pada dirinya sendiri. Berdialog dengan dirinya sendiri. Bertanya dengan dirinya sendiri.
Komunikasi seperti ini tidak salah kalu disebut melamun. Tetapi kalau melamun bisa dalam segala hal. Komuniukasi intrapribadi yaitu pada saat kita berbicara kepada diri kita sendiri, sedang melakukan perenungan, perencanaan, dan penilaian, pada diri kita sendiri yang membentuk landasan-landasan bagi tanggapan, motivasi dan komunikasi kita dengan orang-orang atau fakto-faktor di lingkungan kita (Casmir : 1974. 37).
Ronald L. Aapplbaum, et. Al dalam bukunya ”Fundamental Concept in Human Comunication” (1973. 37) mendefinisikan komunikasi intrapribadi :
“Komunikasi yang berlangsung didalam diri kita: ia meliputi kegiatan berbicara kepada diri kita sendiri dan kegiatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna (Intellectual Dan Emosional) kepada lingkungan kita”.
Menurut pengertian diatas, jika mampu menrdialog dengan diri sendiri berarti mampu mengenal diri sendiri. Karena begitu penting mengenal diri sendiri bagi kita, belajar mengenal diri sendiri berarti belajar bagaimana kita berfikir dan berasa dan bagaimana kita mengamati, menginterpretaskan dan mereaksi lingkungan kita.
2. komunikasi antarpribadi (interpersonal comunication)
komunikasi antar pribadi didefinisikan oleh Joseph A. Devito dalam bukunya ” The Interpersonal Comunication Book” (Devito. 1989 : 4). Sebagai :
“Proses pengiriman dan peneriamaan pesan-pesan antara dua orang, atau di antara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa unpan balik seketika”
Dari pengertian diatas bahwa komunuikasi antar pribadi dapat berlasung antar dua orang yang sedang berdua-duaan seperti antara suami dan istri.
Pentingya situasi komunikasi antar pribadi prosenya memungkinkan berlasung secara dialogis. Dialog adalah bentuk komuniukasi antar pribadi yang menunjukan terjadinya interaksi yang menjadikan fungsi ganda yaitu masing-masing bergatian menjadi pendengar dan pembicara. Disamping itu, nampak terjadinya pengertian bersama (mutual understanding) dan empati yang akibatnya terjadi saling menghargai yang didasarkan bahwa masing-masing adalah manusia yang wajib, berhak, pantas, dan wajar dihargai dan dihormati oleh manusia.
komunikasi antar pribadi dalam situasi tertentu bisa berbeda. Komunikasi horizontal selalu menimbulkan derajat keakraban yang lebih tinggi ketimbang komunikasi secara vertikal. Komunikasi secara horizontal adalah komunikasi anatar orang-orang yang mempunyai kesamaan dengan apa yang disebut Wilbur Schramm Frame Of Reference (kerangka referensi) atau juga Field Of Experience (bidang pengalaman).
a. keampuahan komunikasi antarpribadi
Komunikasi anatarpribadi dibilang lebih efektif atau paling ampuh dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan pelaku komunikan karena komunikasi berlasung tatap muka. Jadi ketika komunikan dan anda saling bertatap muka, maka terjadilah kontak pribadi (persoanal contact) : pribadi anda komunikan anda. Ketika anda menyampaikan pesan anda. Umpan balik berlangsung seketika. Anda mengetahui pada saat itu tanggapan komunikan menyampaikan umpan balik positif.
b. Jenis-jenis komunikasi anatarpribadi
Jenis-jenis komunikasi anatarpribadi diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
1) Komunikasi diadik ( dydic cummunication)
Komunikasi diadik ( dydic cummunication) adalah komunikasi anatar pribadi yang berlangsung antar dua orang yakni yang seorang adalah komunikator yang menyampaikan pesan dan yang seorang lagi komunikan yang menerima pesan.
2) Komunikasi tradsik (triadic communication)
Komunikasi tradsik (triadic communication) adalah komunikasi antarpribadi yang pelakunya terdiri dari tiga orang, yakni seorang komunikator dan dua orang komunikan. Jadi misalnya A seorang komunikator pertama-tama menyampaikan pesan kepada B setelah ditanggapi atau dijawab, beralih kepada C, juga secara dialogis.
c. Faktor homophily-heterophily-empathy
Homophily adalah sebuah istilah yang menggambarkan derajat pasangan perorangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifatnya (attribute). Seperti kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial, dan sebagainya. Seperti komunikasi yang terjadi antara dosen peternakan dengan doosen peternakan juga, maka akan terjadi komunikasi yang efektif karena mereka mempunyai seferensi dan pengalaman yang sama.
Heterophily adalah sebagai derajat pasangan orang-orang yang berinteraksi yang berbeda dalam sifat-sifat tertentu. Seperti berinteraksinya seorang mahasiswa dengan seorang penarik beca maka akan terjadi komunikasi yang tidak efektif.
Dalam komunikasi yang dilakukan untuk merubah suatu. Sikap empaty sangat perlu karena berjalannya komunikasi akan tidak benar atau tidak efektif. Dengan demikian, keberhasilan dalam komunikasi change agents masyarakat atau penduduk seorang komunikator harus mempunyai empaty pada pihak komunikan.
Tag : ,

Komunikasi Melalui Telepon

By : Unknown

Komunikasi Melalui Telepon

1. Pengertian dan Kegunaan Telekomunikasi

    Telekomunikasi berasal dari dua kata, yaitu tele yang berarti jarak jauh dan komunikasi yang berarti hubungan. Telekomunikasi dilakukan antara dua orang atau lebih yang berhubungan secara berjauhan dengan menggunakan media telekomunikasi elektronik. Media komunikasi antara lain : Telepon, Faksimil,dll
Di dalam komuniksai melalui telepon tentunya kita harus tahu tentang etika bertelepon.Adapun Etika Bertelepon yang harus diperhatikan secara umum  yaitu :
  • Mengangkat dengan segera jika ada telepon berdering 
  • Memperkenalkan diri terlebih dahulu jika menerima atau menghubungi seseorang melalui telepon
  • Menggunakan bahasa yang formal, baik, sopan dan tepat
  • Menyapa penelepon dengan sebutan Ibu atau Bapak
  • Berbicara dengan jelas, ramah, dan menyenangkan
  • Bertanya dengn bijaksana'Mencatat pesan atau pembicaraan
  • Mengucapkan terima kasih dan salam pada bagian akhir pembicaraan
  • meletakkan gagang telepon dengan pelan 
Etika bertelepon yang harus diperhatikan secara khusus, yaitu :
  • Sebaiknya menggunakan bahasa resmi
  • Tidak berbicara dengan orang lain selagi berbicara di telepon
  • Tidak berbicara sambil makan sesuatu atau mengunyah permen
  • Berbicara tidak banyak basa - basi
  • Tidak bebicara dengan nada kasar apalagi membentak
  • Janganlah berbicara dengan nada memerintah
  • Jangan biarkan penelepon menunggu terlalu lama, tanpa penjelasan, hanya mendengar bunyi musik
  • Tidak mentransfer berkali - kali apalagi ditransfer ke alamat yang keliru
  • Nada intonasi tidak terkesan malas atau tidak ramah
  • Sampaikanlah pesan kepada orang yang dituju penelepon

Cara menangani telepon ada dua macam, yaitu :
  1. Respon untuk panggilan ( incoming calls )
  2. Melakukan panggilan ( Outgoing calls )
Hal - hal yang harus di perhatikan Ketika menerima telepon :
  1. Begitu bel telepon berdering, segera angkatlah telepon dengan tangan kiri dan tangan kanan meraih alat tulis serta Lembar Pesan Telepon untuk mengadakan persiapan, barangkali ada pesan atau hal yang akan ditanyakan.
  2. Menjawab telepon hendaknya secara cepat, singkat, jelas dan hormat, dengan terlebih dahulu memberikan ucapan salam penghormatan, serta berikan identitas, maksudnya katakan dimana telepon diterima dengan cara mengucapkan selamat ( pagi / siang ), menyebutkan nama kantor, atau nomor telepon dimana seseorang berada
  3. Memberikan penjelasan dengan tepat dan sopan, jika :
  • Penelepon salah sambung
  • Penelepon ingin berbicara dengan orang yang sedang tidak ada di tempat 
  • Penelepon perlu menelepon nomor lain / orang lain
Berikut sikap pelayanan efektif sebagai seorang penerima telepon yang perlu diperhatikan adalah 7 C, yaitu :
  1. Caring : memperhatikan
  2. Commited: Merasa terikat dengan organisasi
  3. Confident : penuh keyakinan dalam mengatasi masalah
  4. Considerate : bersahabat, menolong, danmengerti emosi penelepon
  5. Controlled : Tidak terbawa emosi ketika penelepon mengungkapkan kekecewaan ( marah )
  6. Creative : mampu menemukan cara - cara yang baik dalam menerima telepon
  7. Contagious : bersikap gembira, antusias, sejuk, damai pada penelepon
Alat - alat yang digunakan dalam menerima telepon, yaitu :
  • Pesawat telepon
  • Kalender meja
  • Jam dinding
  • Alat tulis
  • Lembar Pesan Telepon ( LPT )
  • Daftar nomortelepon extention internal
  • Buu dafta telepon masuk
Tag : ,

KOMUNIKASI VERBAL

By : Unknown
KOMUNIKASI VERBAL
1.      Komunikasi Verbal
Potter & Perry (1987) menyatakan bahwa komunikasi verbal termasuk penggunaan kata-kata atau tulisan. Bahasa yang digunakan seseorang biasanya mengisyaratkan arti khusus yang kadang hanya dimengerti oleh komunitas tempat individu berada. Sehingga dengan bahasa yang diucapkan atau dituliskan, kita dapat menebak seseorang berasal dari komunitas mana.
Contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
2.      Unsur Komunikasi Verbal
Lebih lanjut Potter dan Perry (1987) mengidentifikasi bahwa komunikasi verbal sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu denotative and connotative meaning (kemaknaan), vocabulary (perbendaharaan kata), pacing (kecepatan), intonation (nada suara), clarity dan brevity (kejelasan dan keringkasan), dan timing and relevance (waktu dan relevansi). Kemaknaan dari kata, kalimat, atau bahasa yang digunakan seseorang menjadi hal yang sangat relevan untuk dikaji dan dimengerti oleh orang yang sedang melakukan proses komunikasi verbal. Sebab bisa jadi satu kata akan mengandung beribu makna.
Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
a.      Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah:
a.       Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita
b.      Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia
c.       Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
 Menurut para ahli, ada tiga teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki kemampuan berbahasa.
Teori pertama disebut Operant Conditioning yang dikembangkan oleh seorang ahli psikologi behavioristik yang bernama B. F. Skinner (1957). Teori ini menekankan unsur rangsangan (stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih dikenal dengan istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa jika satu organism dirangsang oleh stimuli dari luar, orang cenderung akan member reaksi. Anak-anak mengetahui bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya atau meniru apa yang diucapkan oleh orang lain.
Teori kedua ialah teori kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya kemampuan berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa dari lahir.
Teori ketiga disebut Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang diterima dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi dalam dirinya.
b.      Kata
Kata merupakan inti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
3.      Fungsi komunikasi verbal
Secara garis besar fungsi komunikasi Verbal ada dua fungsi terhadap masyarakat dan fungsi terhadap individu. Menurut Lasswell dan Wright ada empat fungsi sosial, yaitu:
a.       Pengawasan lingkungan.
b.      Korelasi antarbagian dalam masyarakat terhadap lingkungannya.
c.       Sosialisasi.
d.      Hiburan.
Kemudian menurut Lazarsfeld dan Merton fungsi sosial komunikasi Verbal adalah:
a.       Memberikan status.
b.      Memperkokoh norma-norma sosial.
Meskipun komunikasi melalui media massa itu fungsional, tetapi dapat berubah menjadi disfungsional. Sedangkan, fungsi terhadap individu ada tujuh:
a.       Pengawasan atas pencarian informasi.
b.      Mengembangkan konsep diri.
c.       Fasilitas dalam hubungan sosial.
d.      Substitusi dalam hubungan sosial.
e.       Membantu melegakan emosi.
f.       Pelarian dari ketegangan dan keterasingan.
g.      Sebagai bagian dari kehidupan rutin atau ritualisasi.
Menurut Samovar (Ilya Sunarwinadi, Komunikasi Antar Budaya), bahwa dalam suatu peristiwa komunikasi, perilaku nonverbal digunakan secara bersama-sama dengan Bahasa verbal.  
Tag : ,

KOMUNIKASI NON VERBAL

By : Unknown

omunikasi Nonverbal juga Penting dalam Interaksi dengan Anak

Jakarta - Orang tua adalah cerminan anak-anaknya. Dengan mengamati tingkah laku orangtua anak-anak belajar cara berinteraksi dengan sesama, meraih tujuan, dan beradaptasi di dunia. Orangtua mau tidak mau harus sadar  bahwa mereka adalah role model bagi anak-anaknya. Anak-anak menerapkan contoh sehari-hari, dan tidak disadari oleh banyak  orangtua, bahwa cara komunikasi nonverbal sebenarnya mempunyai pesan yang lebih kuat ketimbang bahasa verbal.

Komunikasi nonverbal terdiri atas ekspresi wajah, nada suara, kontak mata, dan bahasa tubuh. Jika seseorang sedang dalam keadaan marah atau kecewa, berbicara dengan nada yang kasar, atau terus bergerak melihat ke sekitar dan berbicara pada saat yang bersamaan. Cara komunikasi nonverbal demikian mengirimkan pesan negatif pada penerimanya.

Sudah menjadi tugas para orangtua untuk mengenali dan memahami cara komunikasi nonverbal anak, ajari atau tuntunlah mereka. Anak-anak berbicara menggunakan bahasanya sendiri melalui gerak tubuh dan bermacam isyarat. Mempelajari apa saja isyarat mereka dan pesan dari gerak tubuh mereka merupakan salah satu aspek terpenting dalam memahami anak-anak. "Komunikasi nonverbal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi," ujar dokter spesialis anak, Dr Atilla Dewanti SpA di Jakarta, kemarin.

Bahasa nonverbal yang sering dilakukan ayah dan ibu pada bayi, bisa merangsang  terbentuknya sinaps syaraf otak sehingga bayi tumbuh cerdas. “Selain itu, bahasa nonverbal juga bisa memperkuat ikatan (bonding) antara ayah, ibu, dan anak," papar  Dr Atilla.

Dr Atilla menambahkan, otak bayi yang baru lahir layaknya sirkuit-sirkuit yang berdiri sendiri-sendiri. Maka, dengan adanya rangsangan nonverbal akan membantu otak membentuk sinap-sinap atau serabut-serabut yang menghubungkan sel-sel otak.

Gerak tubuh merupakan salah satu bahasa nonverbal yang paling umum digunakan oleh anak-anak. Gerakan ini bisa bermacam-macam gabunagn antara bahasa tubuh dan pesan yang ingin disampaikan. Beberapa anak-anak mengelakkan bahunya, memukul-mukulkan tangannya ke udara atau bahkan pergi meninggalkan ruangan dengan berat untuk menunjukkan bahwa mereka sedang marah. Isyarat terkadang pula diikuti oleh bahasa verbal, namun tidak selalu. Setiap anak berbeda, itulah mengapa penting untuk setiap orangtua mengenali isyarat-isyarat yang coba disampaikan sang anak.

Ekspresi wajah lain lagi. Anak-anak tidak sepiawai orang dewasa dalam memilah-milah emosi yang sedang mereka rasakan jadi seringnya mereka tidak menahan-nahan apa yang mereka rasakan. Untungnya cukup mudah membaca apa yang disukai dan apa yang tidak disukai oleh anak-anak kita dari ekspresi wajahnya. Ekspresi wajah mereka dengan jelas menyaratkan apa yang sedang mereka pikirkan atau rasakan.

”Yang perlu diperhatikan lebih oleh orangtua adalah menangkap ekspresi wajah pada saat yang tepat dan menanyakan pertanyaan yang tepat pula. Dengan melakukan itu maka orangtua akan lebih baik dalam mengerti apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh sang anak,” tuturnya.

Seorang anak akan dengan sendirinya membentuk batasan spasial yang dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya dari bagaimana mereka dibesarkan. Jika seorang anak dibesarkan dalam sebuah keluarga yang leluasa mengekspresikan kasih sayangnya secara fisik, maka sang anak akan merasa lebih nyaman ketika berada dalam lingkungan yang jarak spasialnya cukup dekat. Sebaliknya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang secara fisik jarang mengekspresikan kasih sayang akan mendapati diri mereka kurang nyaman dengan jarak spasial yang terlalu dekat.

Nada suara ketika anak berbicara akan membantu orang menerka pesan apa yang sedang anak coba sampaikan. Jika seorang anak berbicara dengan nada riang, kemungkinan besar ia sedang merasa senang. Namun jika seorang anak mengatakan merasa senang padahal nada suaranya tidak terdengar demikian, Anda sebagai orangtua mungkin lebih baik menanyakan beberapa hal hanya untuk memastikan apakah anak Anda mengungkapkan perasaannya dengan jujur. Karena komunikasi verbal dan nonverbal tidak mempunyai titik temu, maka menjadi indikator bahwa sang anak mungkin tidak jujur kepada Anda.

Mengajarkan anak untuk mematuhi dan mengerti aba-aba nonverbal sangat penting. Bagaimana mengawalinya? Mendesain dan menggunakan sebuah aktivitas secara konsisten. Aba-aba nonverbal menciptakan dunia yang aman bagi seorang anak. Misalnya, seorang anak tahu jika setelah mandi sore tak lama lagi akan pergi tidur, maka ia akan mulai mempercayai sistem yang telah Anda atur. Aba-aba dapat diajarkan untuk mengisyaratkan sebuah keadaan darurat. Hal yang paling serimg ditemukan di sekolah adalah latihan pada saat terjadi kebakaran dan apa yang harus mereka lakukan. Dengan begitu sang anak belajar bahwa ketika alarm berbunyi, maka langkah selanjutnya adalah menjalankan prosedur darurat.

Anak-anak mulai memperlajari bahasa nonverbal tidak lama setelah mereka lahir ke dunia, lalu terus dilatih dan berkembang sepanjang umur hidupnya. Anak-anak pertama belajar bahasa nonverbal dari melihat dan menirukan orang dewasa di sekitar mereka. Anak-anak di usianya yang teramat muda sesungguhnya lebih piawai menangkap bahasa nonverbal ketimbang orang dewasa, lantaran kemamapan verbal mereka yang terbatas sehingga pada bahasa nonverballah mereka bertumpu.
(IZN - pdpersi.co.id)
Tag : ,

Artikel Komunikasi

By : Unknown


Artikel Komunikasi

http://fionapurwanto.files.wordpress.com/2012/03/communication.gif?w=627

PENGERTIAN KOMUNIKASI Dalam rangka pembahasan mengenai “ teknik komunikasi ” terlebih dahulu perlu dijelaskan pengertian komunikasi. Jadi, sebelum kita mengadakan paparan untuk menjawab pertanyaan “ bagaimana kita berkomunikasi ” (how to communicate), terlebih dahulu kita harus merasa jelas tentang “ apa itu komunikasi ” (what is communication), pengertian komunikasi dengan segala aspek yang dicakupnya.
Pengertian komunikasi harus ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu komunikasi dalam pengertian secara umum dan pengertian secara paradigmatik, sehingga akan menjadi jelas bagaimana pelaksanaan teknik komunikasi itu.

1. Secara Umum
Pengertian komunikasi secara umum Setiap orang yang hidup dalam masyarakat, sejak bangun tidur sampai tidur lagi, secara kodrati senantiasa terlibat dalam komunikasi. Terjadinya komunikasi adalah sebagai konsekuensi hubungan sosial (social relations). Masyarakat paling sedikit terdiri dari dua orang yang saling berhubungan satu sama lain yang, karena berhubungan, menimbulkan interaksi sosial (social interaction). Terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi (intercommunication). Komunikasi dalam pengertian umum dapat dilihat dari dua segi:

a. Pengertian komunikasi secara etimologis.
Secara etimologis atau menurut asal katanya, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Perkataan communis tersebut dalam pembahasan kita ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai komunis yang sering dijumpai dalam kegiatan politik. Arti communis di sini adalah sama, dalam arti kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Jadi, komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka komunikasi berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara mereka itu bersifat komunikatif. Sebaliknya jika ia tidak mengerti, komunikasi tidak berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara orang-orang itu ddak komunikatif.

b. Pengertian komunikasi secara terminologis.
Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, di mana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi itu adalah manusia. Karena itu, komunikasi yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi manusia atau dalam bahasa asing human communication, yang sering kali pula disebut komunikasi sosial atau social comunication. Komunikasi manusia sebagai singkatan dari komunikasi antarmanusia dinamakan komunikasi sosial atau komunikasi kemasyarakatan karena hanya pada manusia-manusia yang bermasyarakat terjadinya komunikasi.
Masyarakat terbentuk dari paling sedikit dua orang yang saling berhubungan dengan komunikasi sebagai penjalinnya. Robinson Crusoe, yang hidup menyendiri di sebuah pulau terpencil, tidak hidup bermasyarakat karena dia hidup sendirian. Oleh sebab itu dia tidak berkomunikasi dengan siapa-siapa.Dari pengertian di atas/ komunikasi yang dibahas di sini tidak termasuk komunikasi hewan, komunikasi transendental, dan komunikasi fisik. Komunikasi hewan adalah komunikasi antarhewan. Gajah dengan gajah berkomunikasi, bumng dengan bumng berkomunikasi, dan sebagainya. Pada kenyataannya memang ada manusia berkomunikasi dengan hewan, misalnya polisi dengan anjing pelacak, petani pembajak sawah dengan kerbau piaraannya, dan sebagainya. Tetapi komunikasi tersebut tidak termasuk pembahasan di sini. Komunikasi transendental adalah komunikasi dengan sesuatu yang bersifat “ gaib ” , termasuk komunikasi dengan Tuhan.
Orang yang sedang sembahyang, baik yang sedang melakukan kewajibannya sebagai umat beragama ataupun yang tengah meminta sesuatu, misalnya sembahyang hajat atau sembahyang istikharah di kalangan pemeluk agama Islam, adalah tengah berkomunikasi dengan Tuhan. Tetapi komunikasi jenis ini bukan komunikasi sosial, komunikasi antarmanusia. Komunikasi fisik adalah komunikasi yang menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain, misalnya dua tempat yang dihubungkan oleh kereta apt, bis, pesawat terbang, dan lain- lain kendaraan, yang mengangkut manusia. Tetapi ini bukan komunikasi sosial atau komunikasi antarmanusia. Jadi, bukan masalah yang dibahas disini, meskipun ada kalanya terdapat kaitannya pula dengan komunikasi antarmanusia, misalnya surat berisikan pesan seseorang kepada orang lain yang diangkut oleh kereta api atau pesawat terbang. Jadi, teknik berkomunikasi yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan di sini adalah komunikasi antara seseorang dengan orang lain, komunikasi manusia atau komunikasi sosial yang, sebagaimana ditegaskan di atas, mengandung makna “ proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain ” .

2. Secara Paradikmatis
Pengertian komunikasi secara paradigmatis Telah dijelaskan di muka dalam pengertian secara umum komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain sebagai konsekuensi dari hubungan sosial. Komunikasi dalam pengertian ini sering terlihat pada perjumpaan dua orang. Mereka saling memberikan salam, bertanya tentang kesehatan dan mengenai keluarga, dan sebagainya. Atau dapat disaksikan pada duaorang yang , meskipun tidak saling mengenai sebelumnya, tetapi karena duduk berdekatan, lalu terlibat dalam percakapan, misalnya di dalam kereta api, bis, atau pesawat terbang.
Pada kedua contoh situasi komunikasi itu tidak terdapat tujuan apa- apa, tetapi sekadar membunuh waktu karena rasanya tidak enak duduk bersama-sama berjam-jam tanpa saling menyapa. Dalam pengertian paradigmatis, komunikasi mengandung tujuan ter- tentu; ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, televisi, atau film, maupun media nonmassa, misalnya surat, telepon, papan pengumuman, poster, spandoek, dan sebagainya. Jadi komunikasi dalam pengertian paradigmatis bersifat intensional (intentional), mengandung tujuan; karena itu harus dilakukan dengan perencanaan. Sejauh mana kadar perencanaan itu, bergantung kepada pesanyang akan dikomunikasikan dan pada komunikan yang dijadikan sasaran.
Mengenai pengertian komunikasi secara paradigmatis ini banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi dari sekian banyak definisi itu dapat disimpulkan secara lengkap dengan menampilkan maknanya yang hakiki, yaitu: Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. Dalam definisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi tahu atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau perilaku (behavior). Jadi ditinjaudari segi si penyampai pernyataan, komunikasi yangbertujuan bersifat informatifdan persuasif. Komunikasi persuasif (persuasive communication) lebih sulit daripada komunikasi informatif (informative communicattion), karena memang tidak mudah untuk mengubah sikap, pendapat, atau penlaku seseorang atau sejumlahorang. Demikian pengertian komunikasi secara umum dan secara paradigmatis yang penting untuk dipahami sebagai landasan bagi penguasaan teknik berkomunikasi.
Su
Tag : ,

cantik

cantik

- Copyright © INTERNET DCC - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -