Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Sejak Kuliah?
Sigit Hermawan
Dosen Fakultas Ekonomi UMSIDA
Alkisah dua orang dipertemukan kembali di situs pertemanan (Facebook)
setelah lebih 15 tahun tidak bertemu. Si A yang ketika kuliah punya
nilai bagus sekarang nampak biasa-biasa saja, tetapi si B yang ketika
kuliah nilainya biasa-biasa saja tetapi sekarang lebih sukses dari si A.
Memang sering dijumpai hal yang seperti ini di masyarakat. Sering kali
pula ketika reuni banyak kejutan-kejutan yang tak terduga terhadap teman
kita, yang dulunya biasa-biasa saja tetapi sekarang sukses, demikian
pula sebaliknya, mengapa demikian? Selain atas berkat rahmat-NYA, juga
karena di kehidupan masyarakat tidak cukup dengan hard skills tetapi
juga harus dipadukan dengan soft skills.
Hasil survey National Association Colleges and Employers (NACE) USA
menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Komulatif (IPK) berada di urutan ke 17
dari sekian faktor yang membuat seorang sarjana menjadi sukses. Lalu
apa urutan pertama dan seterusnya? Urutan pertama sampai lima adalah
kemampuan berkomunikasi, kejujuran, kemampuan bekerja sama, kemampuan
interpersonal, dan etos kerja yang baik. Selebihnya yakni memiliki
motivasi, mampu beradaptasi, kemampuan berorganisasi, kemampuan
memimpin, percaya diri, ramah, sopan, sampai humorispun menjadi kunci
sukses seorang sarjana. Jadi kemampuan hard skills yang ditunjukkan
dengan IPK yang bagus belum cukup untuk membuat seseorang sukses, harus
ditunjang dengan soft skills.
Apa beda hard skills dengan soft skill? Hard skills adalah penguasaan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan
dengan bidang ilmunya. Sementara itu, soft skills adalah keterampilan
seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan
keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang
mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal. Lalu mengapa orang
yang memiliki soft skills yang bagus lebih sukses ? Jawabannya karena
dunia kerja menginginkan orang yang tangguh, punya motivasi, pandai
berkomunikasi, dapat bekerjasama, mampu memimpin, punya percaya diri,
dan kemampuan soft skills lainnya.
Menurut Patrick O?brein yang dikutip oleh Putra dan Pratiwi (2005),
membagi soft skills yang penting ke dalam 7 area yang dinamakan Winning
Characteristics, yakni Communication Skills, Organizational Skills,
Leadership, Logic, Effort, Group Skills, Ethics. Atau kalau di
akronimkan menjadi COLLEGE. Kemampuan-kemampuan inilah yang harus
dimiliki oleh seorang lulusan perguruan tinggi untuk sukses. Maka
semenjak mahasiswapun dapat dipersiapkan kemampuan-kemampuan yang
seperti ini. Tidak hanya diperoleh dari perkuliahan saja tetapi juga
dapat diasah melalui keterlibatan aktif di organisasi-organisasi
kemahasiswaan.
Communication skills adalah kemampuan untuk berkomunikasi baik lisan
maupun tulisan. Kemampuan ini selain dapat diperoleh melalui perkuliahan
juga dapat diasah melalui organisasi. Perkuliahan dengan metode diskusi
adalah sarana yang tepat untuk meningkatkan kemampuan lisan. Sedangkan
tugas dalam bentuk makalah atau paper adalah sarana yang tepat untuk
mengaplikasikan kemampuan menulis. Selain itu dengan mengikuti english
club, atau menjadi wartawan koran kampus juga dapat mengasah aplikasi
communication skills ini.
Organizational skills adalah kemampuan mengorganisasikan. Kemampuan
ini lebih banyak diasah dari keikutsertaan di dalam organisasi walaupun
di perkuliahan juga dapat pula diperoleh kemampuan-kemampuan
mengorganisasikan ini. Tetapi dengan mengikuti organisasi maka seseorang
biasanya akan diserahi tanggung jawab untuk menjadi ketua panitia
sebuah kegiatan, maka hal ini akan mengasah kemampuan untuk
mengorganisasikan suatu kepanitiaan.
Leadership adalah kemampuan memimpin. Selain dapat diperoleh di kelas
dengan menjadi pengurus kelas, leadership ini lebih banyak diasah
dengan mengikuti organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Kemampuan
memimpin ini nantinya di dunia kerja akan menjadi penting karena
seseorang harus dapat memimpin dirinya sendiri untuk dapat bekerja
dengan baik dan juga memimpin kelompok kerja di suatu organisasi atau
perusahaan.
Logic adalah kemampuan untuk berpikir logis terhadap suatu
permasalahan. Kemampuan ini tentunya dapat diperoleh melalui
matakuliah-matakuliah yang mengandalkan penalaran. Kemampuan untuk
menyelesaikan masalah dengan logis dan terintegrasi. Masalah yang ada di
dunia kerja tidaklah sama dengan masalah-masalah yang ada ada di UTS
atau UAS, tetapi lebih kepada masalah aktual yang ada di area kerja
suatu instansi atau perusahaan. Logic ini memerlukan suatu sikap
bijaksana dalam memecahkan masalah. Keseimbangan antara kerugian dan
kemanfaatan dari suatu pemecahan masalah.
Effort adalah suatu usaha yang pantang menyerah. Kemampuan ini dalam
dunia kerja sangat dibutuhkan. Maka sering dijumpai di iklan lowongan
kerja yang mensyaratkan ?dapat bekerja dalam tekanan? sebagai syarat
utama untuk dapat diterima di perusahaan yang bersangkutan. Di
perkuliahan sering dijumpai dosen yang memberikan tugas yang sangat
banyak dan harus dikumpulkan pada esok harinya. Ini juga sebagai latihan
untuk dapat bekerja dalam tekanan. Di dunia kerjapun sangat jamak dan
sering seseorang karyawan mengalami tekanan yang teramat sangat.
Dikejar-kejar deadline dan target yang semakin meningkat adalah suatu
hal yang lumrah dan biasa, yang kadang membuat seseorang menjadi stress
dan dalam tekanan yang berat. Maka diperlukan jiwa yang matang dan
tingkat kestabilan emosi yang baik.
Group Skills adalah kemampuan untuk bekerja dalam kelompok. Ini
penting karena semua pekerjaan akan selalu berhubungan dengan orang
lain. Bagaimanapun pintarnya seorang karyawan kalau tidak dapat
bekerjasama dalam tim maka tidaklah bermanfaat banyak. Maka sering
disebutkan di iklan lowongan kerja, ?dapat bekerja dalam kelompok?
adalah syarat utama untuk dapat menjadi karyawan di suatu perusahaan
atau instansi. Ketika kuliah, kemampuan ini juga dapat diasah ketika
bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas. Kemampuan ini
akan lebih terasah apabila aktif dalam suatu organisasi, yang
mengharuskan bekerja
dalam sebuah tim.
Ethics adalah kemampuan untuk belajar membedakan benar atau salah,
lalu melakukan apa yang benar. Ethics atau etika dalam bekerja ini
penting karena menurut sebuah penelitian 87% orang yang kehilangan
pekerjaan atau macet karirnya karena tidak memiliki etika kerja yang
baik. Di dalam dunia usahapun, orang akan enggan atau tidak mau untuk
berbisnis dengan penipu atau orang yang kabarnya adalah penipu. Di
perkuliahan, etika ini ada yang secara tersendiri menjadi matakuliah
yakni etika bisnis, tetapi ada juga yang include atau masuk dalam
berbagai macam matakuliah yang lain seperti Al Islam. Tetapi secara
keseluruhan bahwa perkuliahan yang ada pada prinsipnya juga mengajarkan
etika yang baik, misalnya menghargai pendapat orang lain, disiplin dan
lain-lain.
Memang tak dapat dipungkiri bahwa sukses dipengaruhi oleh banyak
faktor. Baik hard skills maupun soft skills. Hard skills yang
ditunjukkan dengan IPK yang bagus akan menjadi pembuka jalan karena
biasanya persyaratan yang ada di perusahaan seperti itu. Tetapi untuk
selanjutnya ketika bekerja maka kemampuan soft skills-nya yang akan
berjalan dan menuntun seseorang untuk menuju kesuksesan.
sumber : http://sttbandung.ac.id/artikel/sukses-soft-skills/
Tampilkan postingan dengan label KOMUNIKASI. Tampilkan semua postingan
komunikasi antar organisasi
By : Unknown
KOMUNIKASI dalam ORGANISASI
Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain
kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah
yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan
bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung
maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi
untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini
tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu
sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus
dilaksanakan.
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu
organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun
organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka
ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan
individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi
menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi
Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga
kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu
dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai
kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan
bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang
ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih
luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok
tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
sumber : http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Inovasi&artikel=inv2
Tag :
KOMUNIKASI,
Teknik Komunikasi Yang Paling Efektif
By : UnknownTeknik Komunikasi Yang Paling Efektif
by admin
Menurut berbagai survei, sekitar 85% persen dari kesuksesan dalam hidup berkaitan secara langsung dengan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan membina hubungan.
Hal itu menandakan bahwa tidak peduli seberapa ambisius seseorang atau berapa banyak mereka mengatasi ketakutan mereka atau seberapa tinggi tingkat pendidikan, mereka masih memiliki kemungkinan yang rendah untuk melangkah lebih jauh dalam hidup mereka tanpa kemampuan komunikasi yang efektif yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang-orang.
Dan ketika saya mengatakan berhubungan dengan orang-orang, hal ini tentu saja bukan orang-orang yang secara natural memiliki kemiripan karakter dengan anda, karena berhubungan dengan orang-orang tersebut tidak membutuhkan banyak usaha atau kemampuan dalam berkomunikasi.
Saya mengacu pada orang-orang yang anda sukai namun anda seringkali menemukan kesulitan untuk membina hubungan dengan mereka karena anda tidak yakin apa yang akan anda katakan atau lakukan.
Dibutuhkan keterampilan untuk memperluas hubungan dari lingkaran kecil orang-orang dimana anda berada saat ini menuju lingkaran besar orang-orang yang akan anda temui. Keterampilan semacam ini yang menjamin akan melontarkan keberhasilan Anda dalam kehidupan.
Mengembangkan kemampuan komunikasi Anda
Bila anda mencoba untuk terhubung dengan lingkaran orang-orang yang lebih besar, anda perlu menanyakan 5 pertanyaan ini pada diri anda sendiri :- Apakah anda menemukan kesamaan antara anda berdua?
- Apakah anda membuat mereka merasa nyaman?
- Apakah anda membuat mereka merasa dimengerti?
- Apakah hubungan anda dengan jelas didefinisikan?
- Apakah mereka merasakan emosi yang positif akibat berinteraksi dengan Anda?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anda harus mempertimbangkan penjelasan dibawah ini ……
14 Kemampuan Komunikasi Yang Efektif
1. Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka – Beri mereka kesan bahwa anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada orang lain di muka bumi ini. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.2. Ajukan pertanyaan tentang minat mereka – Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.
3. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka – Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.
4. Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa – Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.
5. Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan – Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.
6. Beri mereka kontak mata yang lama – kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.
7. Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin – Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri seterbuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri anda seiring berjalannya waktu.
8. Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama – Gunakan kata-kata seperti “kami, kita ” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.
9. Berikan mereka senyuman terbaik anda – Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.
10. Menawarkan saran yang bermanfaat – Kenalkan tempat makan yang pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apa pun yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
11. Beri mereka motivasi – Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik . Jika anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.
12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain – Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.
13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka – nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda mengatakannya. Hal ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.
14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju – Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.
Menjadi Seorang Komunikator yang Terampil
Jika anda dapat mengembangkan beberapa saja dari teknik ini, anda secara dramatis akan meningkatkan kemampuan anda untuk berhubungan dengan orang dari semua lapisan dalam hidup anda. Luangkan waktu untuk mengamati orang yang paling sosial dalam kehidupan anda dan anda akan melihat banyak dari metode-metode diatas yang diaplikasikan. Mereka tidak melakukan dengan cara yang kaku, mereka melakukannya secara alami dan dengan cara yang cocok dengan situasi saat itu.Untuk hasil terbaik, santai saja dan biarkan teknik ini mengalir dari dalam diri anda secara alami. Pilih teknik-teknik yang paling cocok dengan kepribadian anda dan apa tujuan anda ketika berinteraksi dengan orang. Belajarlah untuk bisa merasakan teknik mana yang cocok ataupun tidak cocok dengan berbagai macam karakter orang dan situasi sesuai dengan kepridadian anda.
Ketika anda berhasil mengembangkan kemampuan anda berkomunikasi dengan orang-orang, maka akan membawa anda pada banyak sekali peluang baru yang tidak tersedia untuk anda sebelumnya. Itulah kekuatan dari keterampilan komunikasi yang efektif.
sumber :http://www.akuinginsukses.com/14-teknik-komunikasi-yang-paling-efektif/
Tag :
KOMUNIKASI,
Komunikasi visual
By : Unknown
Komunikasi visual
Komunikasi visual (komunikasi melalui penglihatan) adalah sebuah rangkaian proses penyampaian infromasi atau pesan kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual menkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya.
Komunikasi visual di kelas menugaskan siswa siswa untuk melukiskan sebuah kalimat atau 2 buah potongan kalimat ke dalam sebuah kertas yang dibagi 4. Di dalam acara serial TV, Win, Lose, or Draw bintang tamu diajak beradu dengan peserta dengan panduan host untuk memecahkan kalimat ke dalam gambar. Bila gambar tadi bisa ditebak, maka semakin baiklah komunikasi visualnya.
Rambu lalu lintas dan ikon ikon di dalam program komputer adalah bentuk komunikasi visual sederhana , seperti juga ikon di dalam keyboard portable sound. Di jalan pun seperti zebra cross dan ikon sepeda motor terjadi hubungan komunikasi secara visual seperti logo logo perusahaan dan tanda di kebun raya dan kebun binatang .
Pada perayaan pernikahan raja dan pangeran Inggris, seperti juga pada seragam pasukan keraton, banyak elemen simbol yang bisa dianalisis dengan pengetahuan terlebih dahulu sebagai bentuk komunikasi visual: simbol parachute troopers di dada pangeran William, dan simbol mahkota ( crown ) di kereta kuda dan mobil yang mengantarkan . Ada simbol Ngayogyakarto Hadiningrat dan simbol Garuda sebagai kode komunikasi visual untuk level pemerintahan atau anggota keraton. Pada zaman modern kode dan simbol itu distilasi dengan berbagai gaya dan kemampuan masyarakat untuk membangun kebudayaan baru dan kultur yang canggih, sehingga muncul stiker untuk perumahan dan universitas, lencana sebuah sekolah musik, atau sekolah prajurit khusus remaja dan lencana untuk sebuah band dengan banyak fans.
Referensi
- David Sless (1981). Learning and visual communication. p.187
- Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of visual communication: theory, methods, and media. p.123. ISBN 978-0-8058-4178-7
- Jorge Frascara (2004). Communication design: principles, methods, and practice. p.68
- Jamieson, G. H. Visual Communication: More Than Meets the Eye. Bristol: Intellect Books, 2007. ISBN 978-1-84150-141-3. p.16.
- Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of visual communication: theory, methods, and media. Routledge. p. 12. ISBN 978-0-8058-4178-7
- Paul Martin Lester. Visual Communication: Images with Messages. Belmont, CA: Thomson Wadsworth, 2006. ISBN 978-0-534-63720-0
- "Presenting Effective Presentations with Visual Aids". U.S. Department of Labor.
- Rothwell, J. Dan (2010). In the company of others : an introduction to communication (3rd ed.). New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-533630-6.
- Kumu, Ka. "Using Visual Aids Effectively". University of Hawai'i Maui Community College Speech Department.
| Artikel bertopik komunikasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Tag :
KOMUNIKASI,
soft skill
By : UnknownSukses Dengan Soft Skills
Oleh Admin STTB | Sabtu, 12 April 2014Tag :
KOMUNIKASI,
Komunikasi Pribadi
By : UnknownKomunikasi Pribadi
Posted by herudin
1. komunikasi intrapribadi (personal comunication)
yaitu komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Dia berbicara pada dirinya sendiri. Berdialog dengan dirinya sendiri. Bertanya dengan dirinya sendiri.
Komunikasi seperti ini tidak salah kalu disebut melamun. Tetapi kalau melamun bisa dalam segala hal. Komuniukasi intrapribadi yaitu pada saat kita berbicara kepada diri kita sendiri, sedang melakukan perenungan, perencanaan, dan penilaian, pada diri kita sendiri yang membentuk landasan-landasan bagi tanggapan, motivasi dan komunikasi kita dengan orang-orang atau fakto-faktor di lingkungan kita (Casmir : 1974. 37).
Ronald L. Aapplbaum, et. Al dalam bukunya ”Fundamental Concept in Human Comunication” (1973. 37) mendefinisikan komunikasi intrapribadi :
“Komunikasi yang berlangsung didalam diri kita: ia meliputi kegiatan berbicara kepada diri kita sendiri dan kegiatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna (Intellectual Dan Emosional) kepada lingkungan kita”.
Menurut pengertian diatas, jika mampu menrdialog dengan diri sendiri berarti mampu mengenal diri sendiri. Karena begitu penting mengenal diri sendiri bagi kita, belajar mengenal diri sendiri berarti belajar bagaimana kita berfikir dan berasa dan bagaimana kita mengamati, menginterpretaskan dan mereaksi lingkungan kita.
2. komunikasi antarpribadi (interpersonal comunication)
komunikasi antar pribadi didefinisikan oleh Joseph A. Devito dalam bukunya ” The Interpersonal Comunication Book” (Devito. 1989 : 4). Sebagai :
“Proses pengiriman dan peneriamaan pesan-pesan antara dua orang, atau di antara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa unpan balik seketika”
Dari pengertian diatas bahwa komunuikasi antar pribadi dapat berlasung antar dua orang yang sedang berdua-duaan seperti antara suami dan istri.
Pentingya situasi komunikasi antar pribadi prosenya memungkinkan berlasung secara dialogis. Dialog adalah bentuk komuniukasi antar pribadi yang menunjukan terjadinya interaksi yang menjadikan fungsi ganda yaitu masing-masing bergatian menjadi pendengar dan pembicara. Disamping itu, nampak terjadinya pengertian bersama (mutual understanding) dan empati yang akibatnya terjadi saling menghargai yang didasarkan bahwa masing-masing adalah manusia yang wajib, berhak, pantas, dan wajar dihargai dan dihormati oleh manusia.
komunikasi antar pribadi dalam situasi tertentu bisa berbeda. Komunikasi horizontal selalu menimbulkan derajat keakraban yang lebih tinggi ketimbang komunikasi secara vertikal. Komunikasi secara horizontal adalah komunikasi anatar orang-orang yang mempunyai kesamaan dengan apa yang disebut Wilbur Schramm Frame Of Reference (kerangka referensi) atau juga Field Of Experience (bidang pengalaman).
a. keampuahan komunikasi antarpribadi
Komunikasi anatarpribadi dibilang lebih efektif atau paling ampuh dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan pelaku komunikan karena komunikasi berlasung tatap muka. Jadi ketika komunikan dan anda saling bertatap muka, maka terjadilah kontak pribadi (persoanal contact) : pribadi anda komunikan anda. Ketika anda menyampaikan pesan anda. Umpan balik berlangsung seketika. Anda mengetahui pada saat itu tanggapan komunikan menyampaikan umpan balik positif.
b. Jenis-jenis komunikasi anatarpribadi
Jenis-jenis komunikasi anatarpribadi diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
1) Komunikasi diadik ( dydic cummunication)
Komunikasi diadik ( dydic cummunication) adalah komunikasi anatar pribadi yang berlangsung antar dua orang yakni yang seorang adalah komunikator yang menyampaikan pesan dan yang seorang lagi komunikan yang menerima pesan.
2) Komunikasi tradsik (triadic communication)
Komunikasi tradsik (triadic communication) adalah komunikasi antarpribadi yang pelakunya terdiri dari tiga orang, yakni seorang komunikator dan dua orang komunikan. Jadi misalnya A seorang komunikator pertama-tama menyampaikan pesan kepada B setelah ditanggapi atau dijawab, beralih kepada C, juga secara dialogis.
c. Faktor homophily-heterophily-empathy
Homophily adalah sebuah istilah yang menggambarkan derajat pasangan perorangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifatnya (attribute). Seperti kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial, dan sebagainya. Seperti komunikasi yang terjadi antara dosen peternakan dengan doosen peternakan juga, maka akan terjadi komunikasi yang efektif karena mereka mempunyai seferensi dan pengalaman yang sama.
Heterophily adalah sebagai derajat pasangan orang-orang yang berinteraksi yang berbeda dalam sifat-sifat tertentu. Seperti berinteraksinya seorang mahasiswa dengan seorang penarik beca maka akan terjadi komunikasi yang tidak efektif.
Dalam komunikasi yang dilakukan untuk merubah suatu. Sikap empaty sangat perlu karena berjalannya komunikasi akan tidak benar atau tidak efektif. Dengan demikian, keberhasilan dalam komunikasi change agents masyarakat atau penduduk seorang komunikator harus mempunyai empaty pada pihak komunikan.
Tag :
KOMUNIKASI,
Komunikasi Melalui Telepon
By : UnknownKomunikasi Melalui Telepon
1. Pengertian dan Kegunaan Telekomunikasi
Telekomunikasi berasal dari dua kata, yaitu tele yang berarti jarak jauh dan komunikasi yang berarti hubungan. Telekomunikasi dilakukan antara dua orang atau lebih yang berhubungan secara berjauhan dengan menggunakan media telekomunikasi elektronik. Media komunikasi antara lain : Telepon, Faksimil,dll
Di dalam komuniksai melalui telepon tentunya kita harus tahu tentang etika bertelepon.Adapun Etika Bertelepon yang harus diperhatikan secara umum yaitu :
Cara menangani telepon ada dua macam, yaitu :
Telekomunikasi berasal dari dua kata, yaitu tele yang berarti jarak jauh dan komunikasi yang berarti hubungan. Telekomunikasi dilakukan antara dua orang atau lebih yang berhubungan secara berjauhan dengan menggunakan media telekomunikasi elektronik. Media komunikasi antara lain : Telepon, Faksimil,dll
Di dalam komuniksai melalui telepon tentunya kita harus tahu tentang etika bertelepon.Adapun Etika Bertelepon yang harus diperhatikan secara umum yaitu :
- Mengangkat dengan segera jika ada telepon berdering
- Memperkenalkan diri terlebih dahulu jika menerima atau menghubungi seseorang melalui telepon
- Menggunakan bahasa yang formal, baik, sopan dan tepat
- Menyapa penelepon dengan sebutan Ibu atau Bapak
- Berbicara dengan jelas, ramah, dan menyenangkan
- Bertanya dengn bijaksana'Mencatat pesan atau pembicaraan
- Mengucapkan terima kasih dan salam pada bagian akhir pembicaraan
- meletakkan gagang telepon dengan pelan
- Sebaiknya menggunakan bahasa resmi
- Tidak berbicara dengan orang lain selagi berbicara di telepon
- Tidak berbicara sambil makan sesuatu atau mengunyah permen
- Berbicara tidak banyak basa - basi
- Tidak bebicara dengan nada kasar apalagi membentak
- Janganlah berbicara dengan nada memerintah
- Jangan biarkan penelepon menunggu terlalu lama, tanpa penjelasan, hanya mendengar bunyi musik
- Tidak mentransfer berkali - kali apalagi ditransfer ke alamat yang keliru
- Nada intonasi tidak terkesan malas atau tidak ramah
- Sampaikanlah pesan kepada orang yang dituju penelepon
Cara menangani telepon ada dua macam, yaitu :
- Respon untuk panggilan ( incoming calls )
- Melakukan panggilan ( Outgoing calls )
- Begitu bel telepon berdering, segera angkatlah telepon dengan tangan kiri dan tangan kanan meraih alat tulis serta Lembar Pesan Telepon untuk mengadakan persiapan, barangkali ada pesan atau hal yang akan ditanyakan.
- Menjawab telepon hendaknya secara cepat, singkat, jelas dan hormat, dengan terlebih dahulu memberikan ucapan salam penghormatan, serta berikan identitas, maksudnya katakan dimana telepon diterima dengan cara mengucapkan selamat ( pagi / siang ), menyebutkan nama kantor, atau nomor telepon dimana seseorang berada
- Memberikan penjelasan dengan tepat dan sopan, jika :
- Penelepon salah sambung
- Penelepon ingin berbicara dengan orang yang sedang tidak ada di tempat
- Penelepon perlu menelepon nomor lain / orang lain
- Caring : memperhatikan
- Commited: Merasa terikat dengan organisasi
- Confident : penuh keyakinan dalam mengatasi masalah
- Considerate : bersahabat, menolong, danmengerti emosi penelepon
- Controlled : Tidak terbawa emosi ketika penelepon mengungkapkan kekecewaan ( marah )
- Creative : mampu menemukan cara - cara yang baik dalam menerima telepon
- Contagious : bersikap gembira, antusias, sejuk, damai pada penelepon
- Pesawat telepon
- Kalender meja
- Jam dinding
- Alat tulis
- Lembar Pesan Telepon ( LPT )
- Daftar nomortelepon extention internal
- Buu dafta telepon masuk
Tag :
KOMUNIKASI,
KOMUNIKASI VERBAL
By : Unknown
KOMUNIKASI VERBAL
1.
Komunikasi Verbal
Potter & Perry (1987) menyatakan
bahwa komunikasi verbal termasuk penggunaan kata-kata atau tulisan. Bahasa yang
digunakan seseorang biasanya mengisyaratkan arti khusus yang kadang hanya
dimengerti oleh komunitas tempat individu berada. Sehingga dengan bahasa yang
diucapkan atau dituliskan, kita dapat menebak seseorang berasal dari komunitas
mana.
Contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan
menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon.
Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak
langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi
dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan
lain-lain.
2.
Unsur Komunikasi Verbal
Lebih lanjut Potter dan Perry (1987)
mengidentifikasi bahwa komunikasi verbal sangat dipengaruhi beberapa faktor
yaitu denotative and connotative meaning (kemaknaan), vocabulary (perbendaharaan kata), pacing (kecepatan), intonation (nada suara), clarity
dan brevity (kejelasan dan
keringkasan), dan timing and relevance (waktu dan relevansi).
Kemaknaan dari kata, kalimat, atau bahasa yang digunakan seseorang menjadi hal
yang sangat relevan untuk dikaji dan dimengerti oleh orang yang sedang
melakukan proses komunikasi verbal. Sebab bisa jadi satu kata akan mengandung
beribu makna.
Ada
beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
a.
Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang
memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang
dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun
elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan
antara warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada
tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif.
Ketiga fungsi itu adalah:
a.
Untuk
mempelajari tentang dunia sekeliling kita
b.
Untuk
membina hubungan yang baik di antara sesama manusia
c.
Untuk
menciptaakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
Menurut para ahli,
ada tiga teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki kemampuan
berbahasa.
Teori pertama disebut Operant Conditioning yang dikembangkan oleh
seorang ahli psikologi behavioristik yang bernama B. F. Skinner (1957). Teori
ini menekankan unsur rangsangan (stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih
dikenal dengan istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa jika satu organism
dirangsang oleh stimuli dari luar, orang cenderung akan member reaksi.
Anak-anak mengetahui bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya atau meniru apa
yang diucapkan oleh orang lain.
Teori kedua ialah teori
kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya kemampuan
berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa dari lahir.
Teori ketiga disebut Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh
Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan
kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang
diterima dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi
dalam dirinya.
b.
Kata
Kata merupakan inti lambang terkecil dalam bahasa. Kata
adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang,
barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian,
atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada
hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata
dan pikiran orang.
3.
Fungsi
komunikasi verbal
Secara
garis besar fungsi komunikasi Verbal ada dua fungsi terhadap masyarakat dan
fungsi terhadap individu. Menurut Lasswell dan Wright ada empat fungsi sosial,
yaitu:
a.
Pengawasan lingkungan.
b.
Korelasi antarbagian dalam masyarakat
terhadap lingkungannya.
c.
Sosialisasi.
d.
Hiburan.
Kemudian menurut Lazarsfeld dan
Merton fungsi sosial komunikasi Verbal adalah:
a.
Memberikan status.
b.
Memperkokoh norma-norma sosial.
Meskipun komunikasi melalui media massa
itu fungsional, tetapi dapat berubah menjadi disfungsional. Sedangkan, fungsi
terhadap individu ada tujuh:
a.
Pengawasan atas pencarian informasi.
b.
Mengembangkan konsep diri.
c.
Fasilitas dalam hubungan sosial.
d.
Substitusi dalam hubungan sosial.
e.
Membantu melegakan emosi.
f.
Pelarian dari ketegangan dan
keterasingan.
g.
Sebagai bagian dari kehidupan rutin atau
ritualisasi.
Menurut Samovar (Ilya Sunarwinadi, Komunikasi Antar
Budaya), bahwa dalam suatu peristiwa komunikasi, perilaku nonverbal digunakan
secara bersama-sama dengan Bahasa verbal.
Tag :
KOMUNIKASI,
KOMUNIKASI NON VERBAL
By : Unknownomunikasi Nonverbal juga Penting dalam Interaksi dengan Anak
Jakarta - Orang tua adalah cerminan anak-anaknya. Dengan mengamati tingkah laku orangtua anak-anak belajar cara berinteraksi dengan sesama, meraih tujuan, dan beradaptasi di dunia. Orangtua mau tidak mau harus sadar bahwa mereka adalah role model bagi anak-anaknya. Anak-anak menerapkan contoh sehari-hari, dan tidak disadari oleh banyak orangtua, bahwa cara komunikasi nonverbal sebenarnya mempunyai pesan yang lebih kuat ketimbang bahasa verbal.Komunikasi nonverbal terdiri atas ekspresi wajah, nada suara, kontak mata, dan bahasa tubuh. Jika seseorang sedang dalam keadaan marah atau kecewa, berbicara dengan nada yang kasar, atau terus bergerak melihat ke sekitar dan berbicara pada saat yang bersamaan. Cara komunikasi nonverbal demikian mengirimkan pesan negatif pada penerimanya.
Sudah menjadi tugas para orangtua untuk mengenali dan memahami cara komunikasi nonverbal anak, ajari atau tuntunlah mereka. Anak-anak berbicara menggunakan bahasanya sendiri melalui gerak tubuh dan bermacam isyarat. Mempelajari apa saja isyarat mereka dan pesan dari gerak tubuh mereka merupakan salah satu aspek terpenting dalam memahami anak-anak. "Komunikasi nonverbal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi," ujar dokter spesialis anak, Dr Atilla Dewanti SpA di Jakarta, kemarin.
Bahasa nonverbal yang sering dilakukan ayah dan ibu pada bayi, bisa merangsang terbentuknya sinaps syaraf otak sehingga bayi tumbuh cerdas. “Selain itu, bahasa nonverbal juga bisa memperkuat ikatan (bonding) antara ayah, ibu, dan anak," papar Dr Atilla.
Dr Atilla menambahkan, otak bayi yang baru lahir layaknya sirkuit-sirkuit yang berdiri sendiri-sendiri. Maka, dengan adanya rangsangan nonverbal akan membantu otak membentuk sinap-sinap atau serabut-serabut yang menghubungkan sel-sel otak.
Gerak tubuh merupakan salah satu bahasa nonverbal yang paling umum digunakan oleh anak-anak. Gerakan ini bisa bermacam-macam gabunagn antara bahasa tubuh dan pesan yang ingin disampaikan. Beberapa anak-anak mengelakkan bahunya, memukul-mukulkan tangannya ke udara atau bahkan pergi meninggalkan ruangan dengan berat untuk menunjukkan bahwa mereka sedang marah. Isyarat terkadang pula diikuti oleh bahasa verbal, namun tidak selalu. Setiap anak berbeda, itulah mengapa penting untuk setiap orangtua mengenali isyarat-isyarat yang coba disampaikan sang anak.
Ekspresi wajah lain lagi. Anak-anak tidak sepiawai orang dewasa dalam memilah-milah emosi yang sedang mereka rasakan jadi seringnya mereka tidak menahan-nahan apa yang mereka rasakan. Untungnya cukup mudah membaca apa yang disukai dan apa yang tidak disukai oleh anak-anak kita dari ekspresi wajahnya. Ekspresi wajah mereka dengan jelas menyaratkan apa yang sedang mereka pikirkan atau rasakan.
”Yang perlu diperhatikan lebih oleh orangtua adalah menangkap ekspresi wajah pada saat yang tepat dan menanyakan pertanyaan yang tepat pula. Dengan melakukan itu maka orangtua akan lebih baik dalam mengerti apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh sang anak,” tuturnya.
Seorang anak akan dengan sendirinya membentuk batasan spasial yang dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya dari bagaimana mereka dibesarkan. Jika seorang anak dibesarkan dalam sebuah keluarga yang leluasa mengekspresikan kasih sayangnya secara fisik, maka sang anak akan merasa lebih nyaman ketika berada dalam lingkungan yang jarak spasialnya cukup dekat. Sebaliknya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang secara fisik jarang mengekspresikan kasih sayang akan mendapati diri mereka kurang nyaman dengan jarak spasial yang terlalu dekat.
Nada suara ketika anak berbicara akan membantu orang menerka pesan apa yang sedang anak coba sampaikan. Jika seorang anak berbicara dengan nada riang, kemungkinan besar ia sedang merasa senang. Namun jika seorang anak mengatakan merasa senang padahal nada suaranya tidak terdengar demikian, Anda sebagai orangtua mungkin lebih baik menanyakan beberapa hal hanya untuk memastikan apakah anak Anda mengungkapkan perasaannya dengan jujur. Karena komunikasi verbal dan nonverbal tidak mempunyai titik temu, maka menjadi indikator bahwa sang anak mungkin tidak jujur kepada Anda.
Mengajarkan anak untuk mematuhi dan mengerti aba-aba nonverbal sangat penting. Bagaimana mengawalinya? Mendesain dan menggunakan sebuah aktivitas secara konsisten. Aba-aba nonverbal menciptakan dunia yang aman bagi seorang anak. Misalnya, seorang anak tahu jika setelah mandi sore tak lama lagi akan pergi tidur, maka ia akan mulai mempercayai sistem yang telah Anda atur. Aba-aba dapat diajarkan untuk mengisyaratkan sebuah keadaan darurat. Hal yang paling serimg ditemukan di sekolah adalah latihan pada saat terjadi kebakaran dan apa yang harus mereka lakukan. Dengan begitu sang anak belajar bahwa ketika alarm berbunyi, maka langkah selanjutnya adalah menjalankan prosedur darurat.
Anak-anak mulai memperlajari bahasa nonverbal tidak lama setelah mereka lahir ke dunia, lalu terus dilatih dan berkembang sepanjang umur hidupnya. Anak-anak pertama belajar bahasa nonverbal dari melihat dan menirukan orang dewasa di sekitar mereka. Anak-anak di usianya yang teramat muda sesungguhnya lebih piawai menangkap bahasa nonverbal ketimbang orang dewasa, lantaran kemamapan verbal mereka yang terbatas sehingga pada bahasa nonverballah mereka bertumpu.
(IZN - pdpersi.co.id)
Tag :
KOMUNIKASI,
Artikel Komunikasi
By : Unknown
Artikel
Komunikasi
PENGERTIAN KOMUNIKASI Dalam rangka
pembahasan mengenai “ teknik komunikasi ” terlebih dahulu perlu dijelaskan
pengertian komunikasi. Jadi, sebelum kita mengadakan paparan untuk menjawab
pertanyaan “ bagaimana kita berkomunikasi ” (how to communicate), terlebih
dahulu kita harus merasa jelas tentang “ apa itu komunikasi ” (what is
communication), pengertian komunikasi dengan segala aspek yang dicakupnya.
Pengertian komunikasi harus ditinjau
dari dua sudut pandang, yaitu komunikasi dalam pengertian secara umum dan
pengertian secara paradigmatik, sehingga akan menjadi jelas bagaimana
pelaksanaan teknik komunikasi itu.
1. Secara Umum
Pengertian komunikasi secara umum
Setiap orang yang hidup dalam masyarakat, sejak bangun tidur sampai tidur lagi,
secara kodrati senantiasa terlibat dalam komunikasi. Terjadinya komunikasi
adalah sebagai konsekuensi hubungan sosial (social relations). Masyarakat
paling sedikit terdiri dari dua orang yang saling berhubungan satu sama lain
yang, karena berhubungan, menimbulkan interaksi sosial (social interaction).
Terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi (intercommunication).
Komunikasi dalam pengertian umum dapat dilihat dari dua segi:
a. Pengertian komunikasi secara etimologis.
Secara etimologis atau menurut asal
katanya, istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communication dan
perkataan ini bersumber pada kata communis. Perkataan communis tersebut dalam
pembahasan kita ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai komunis yang
sering dijumpai dalam kegiatan politik. Arti communis di sini adalah sama,
dalam arti kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Jadi,
komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat
kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika
seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya, maka
komunikasi berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara mereka itu
bersifat komunikatif. Sebaliknya jika ia tidak mengerti, komunikasi tidak
berlangsung. Dengan lain perkataan, hubungan antara orang-orang itu ddak
komunikatif.
b. Pengertian komunikasi secara
terminologis.
Secara terminologis komunikasi
berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, di mana
seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam
komunikasi itu adalah manusia. Karena itu, komunikasi yang dimaksudkan di sini
adalah komunikasi manusia atau dalam bahasa asing human communication, yang
sering kali pula disebut komunikasi sosial atau social comunication. Komunikasi
manusia sebagai singkatan dari komunikasi antarmanusia dinamakan komunikasi
sosial atau komunikasi kemasyarakatan karena hanya pada manusia-manusia yang
bermasyarakat terjadinya komunikasi.
Masyarakat terbentuk dari paling
sedikit dua orang yang saling berhubungan dengan komunikasi sebagai
penjalinnya. Robinson Crusoe, yang hidup menyendiri di sebuah pulau terpencil,
tidak hidup bermasyarakat karena dia hidup sendirian. Oleh sebab itu dia tidak
berkomunikasi dengan siapa-siapa.Dari pengertian di atas/ komunikasi yang
dibahas di sini tidak termasuk komunikasi hewan, komunikasi transendental, dan
komunikasi fisik. Komunikasi hewan adalah komunikasi antarhewan. Gajah dengan
gajah berkomunikasi, bumng dengan bumng berkomunikasi, dan sebagainya. Pada
kenyataannya memang ada manusia berkomunikasi dengan hewan, misalnya polisi
dengan anjing pelacak, petani pembajak sawah dengan kerbau piaraannya, dan
sebagainya. Tetapi komunikasi tersebut tidak termasuk pembahasan di sini.
Komunikasi transendental adalah komunikasi dengan sesuatu yang bersifat “ gaib
” , termasuk komunikasi dengan Tuhan.
Orang yang sedang sembahyang, baik
yang sedang melakukan kewajibannya sebagai umat beragama ataupun yang tengah
meminta sesuatu, misalnya sembahyang hajat atau sembahyang istikharah di
kalangan pemeluk agama Islam, adalah tengah berkomunikasi dengan Tuhan. Tetapi
komunikasi jenis ini bukan komunikasi sosial, komunikasi antarmanusia.
Komunikasi fisik adalah komunikasi yang menghubungkan tempat yang satu dengan
tempat yang lain, misalnya dua tempat yang dihubungkan oleh kereta apt, bis,
pesawat terbang, dan lain- lain kendaraan, yang mengangkut manusia. Tetapi ini
bukan komunikasi sosial atau komunikasi antarmanusia. Jadi, bukan masalah yang
dibahas disini, meskipun ada kalanya terdapat kaitannya pula dengan komunikasi
antarmanusia, misalnya surat berisikan pesan seseorang kepada orang lain yang
diangkut oleh kereta api atau pesawat terbang. Jadi, teknik berkomunikasi yang
menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan di sini adalah komunikasi antara
seseorang dengan orang lain, komunikasi manusia atau komunikasi sosial yang,
sebagaimana ditegaskan di atas, mengandung makna “ proses penyampaian suatu
pernyataan oleh seseorang kepada orang lain ” .
2. Secara Paradikmatis
Pengertian komunikasi secara
paradigmatis Telah dijelaskan di muka dalam pengertian secara umum komunikasi
adalah proses penyampaian suatu pernyataan yang dilakukan oleh seseorang kepada
orang lain sebagai konsekuensi dari hubungan sosial. Komunikasi dalam
pengertian ini sering terlihat pada perjumpaan dua orang. Mereka saling
memberikan salam, bertanya tentang kesehatan dan mengenai keluarga, dan
sebagainya. Atau dapat disaksikan pada duaorang yang , meskipun tidak saling
mengenai sebelumnya, tetapi karena duduk berdekatan, lalu terlibat dalam
percakapan, misalnya di dalam kereta api, bis, atau pesawat terbang.
Pada kedua contoh situasi komunikasi
itu tidak terdapat tujuan apa- apa, tetapi sekadar membunuh waktu karena
rasanya tidak enak duduk bersama-sama berjam-jam tanpa saling menyapa. Dalam
pengertian paradigmatis, komunikasi mengandung tujuan ter- tentu; ada yang
dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa
seperti surat kabar, radio, televisi, atau film, maupun media nonmassa,
misalnya surat, telepon, papan pengumuman, poster, spandoek, dan sebagainya.
Jadi komunikasi dalam pengertian paradigmatis bersifat intensional
(intentional), mengandung tujuan; karena itu harus dilakukan dengan
perencanaan. Sejauh mana kadar perencanaan itu, bergantung kepada pesanyang
akan dikomunikasikan dan pada komunikan yang dijadikan sasaran.
Mengenai pengertian komunikasi
secara paradigmatis ini banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi
dari sekian banyak definisi itu dapat disimpulkan secara lengkap dengan
menampilkan maknanya yang hakiki, yaitu: Komunikasi adalah proses penyampaian
suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tak
langsung melalui media. Dalam definisi tersebut tersimpul tujuan, yakni memberi
tahu atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau perilaku
(behavior). Jadi ditinjaudari segi si penyampai pernyataan, komunikasi
yangbertujuan bersifat informatifdan persuasif. Komunikasi persuasif
(persuasive communication) lebih sulit daripada komunikasi informatif
(informative communicattion), karena memang tidak mudah untuk mengubah sikap,
pendapat, atau penlaku seseorang atau sejumlahorang. Demikian pengertian
komunikasi secara umum dan secara paradigmatis yang penting untuk dipahami
sebagai landasan bagi penguasaan teknik berkomunikasi.
Su
Tag :
KOMUNIKASI,
cantik
